Presiden Prabowo Subianto menyoroti persoalan lingkungan di Bali yang dinilai kotor akibat sampah dan meminta pemerintah daerah untuk melibatkan siswa sekolah dalam kegiatan pembersihan sebagai bagian dari upaya mengatasi masalah tersebut, terutama untuk menjaga daya tarik pariwisata.

Hal itu dikatakan Prabowo saat menyampaikan taklimat dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2026 di Sentul International Convention Center, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin.

"Maaf ya gubernur, bupati-bupati dari Bali, ini real lho, Bali bulan Desember 2025, ini pantai Bali, bagaimana turis mau datang ke situ lihat sampah? Gubernur, bupati, SMA, SMP, SD di bawah kendali saudara, apa susahnya sih? Entah hari Sabtu, hari Jumat, semua anak sekolah kumpul di pantai ini. Ini pantai kita, ini halaman kita, ayo kita bersihkan ramai-ramai korve," kata dia. 

Prabowo menuturkan, dia mendapat informasi tentang kondisi Bali yang kotor penuh sampah saat dirinya bertemu sejumlah tokoh menteri maupun jenderal di Korea Selatan.

"Saya di Korea ketemu tokoh-tokoh di Korea, menteri-menteri, jenderal-jenderal, kadang-kadang ya tentara di manapun, dia enggak pakai bahasa basi, bicaranya apa adanya, dia ngomong ke saya. Dia bilang 'Your Excellency, I just came from Bali, oh Bali so dirty now, Bali not nice'. Wah, tapi saya terima itu sebagai koreksi. Ini kita harus atasi bersama," kata Prabowo.

Ia menyampaikan, persoalan sampah telah menjadi masalah krusial secara nasional, termasuk di Bali, seraya menyebut banyak tempat pembuangan akhir mengalami kelebihan kapasitas dalam beberapa tahun ke depan.

Kondisi pantai Bali yang dipenuhi sampah dinilai berpotensi menurunkan minat wisatawan dan berdampak pada sektor pariwisata yang selama ini menjadi penyerap lapangan kerja utama.

Ia mendorong pemerintah daerah, khususnya di Bali, untuk menggerakkan siswa tingkat SD, SMP, dan SMA agar terlibat dalam kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan, termasuk kawasan pantai.

Kegiatan tersebut, ucapnya, dapat dilakukan secara rutin dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, aparat TNI dan Polri, hingga badan usaha milik negara.

Ia menilai upaya pembersihan lingkungan tidak dapat dilakukan dengan pendekatan seremonial atau saling menyalahkan, melainkan melalui kerja nyata dan berkelanjutan.

Pemerintah pusat siap memimpin dan mendukung langkah-langkah penanganan sampah apabila diperlukan demi kepentingan masyarakat.

Pewarta: Fathur Rochman

Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2026