Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali dan Badan Pusat Statistik (BPS) memperluas cakupan survei nasional literasi dan inklusi keuangan (SNLIK) 2026 untuk mendukung akurasi data.
“Hasil SNLIK akan digunakan sebagai bahan evaluasi serta penyusunan program kerja kami, lembaga jasa keuangan maupun instansi terkait,” kata Kepala OJK Provinsi Bali Kristrianti Puji Rahayu di Denpasar, Jumat.
SNLIK 2026 merupakan kolaborasi OJK, BPS, dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dengan perluasan cakupan wilayah survei.
Di Provinsi Bali, cakupan SNLIK diperluas dari sebelumnya hanya mencakup tiga kabupaten menjadi seluruh wilayah di sembilan kabupaten/kota.
Perluasan ini diharapkan dapat meningkatkan akurasi pemetaan indeks literasi dan inklusi keuangan hingga tingkat provinsi, sehingga mendukung penyusunan kebijakan, perencanaan, serta program edukasi keuangan yang lebih tepat sasaran di setiap wilayah.
Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan menyambut baik kerja sama lintas sektor dalam survei tersebut.
Melalui survei itu, ia mengharapkan data yang kredibel terkait tingkat literasi dan inklusi keuangan nasional dan tingkat provinsi.
“Sehingga hasil survei ini dapat memperkaya data yang kami miliki dan akhirnya digunakan untuk mengembangkan ekonomi daerah,” imbuh Agus.
Untuk mendukung survei, pihaknya melaksanakan pelatihan gelombang kedua kepada seluruh Petugas Pendataan Lapangan (PPL) dan Petugas Pemeriksaan Lapangan (PML) se-Provinsi Bali.
Tujuannya, untuk memperkuat kompetensi teknis, standardisasi prosedur, serta kepatuhan terhadap kode etik penyelenggaraan survei.
Sebanyak 122 orang petugas terdiri dari 86 PPL dan 36 PML terlibat dalam survei itu.
OJK Bali juga melakukan pendampingan di beberapa daerah sampel selama pelaksanaan SNLIK 2026 pada 4 hingga 18 Februari 2026.
OJK mengajak masyarakat di Provinsi Bali yang terpilih sebagai responden untuk berpartisipasi aktif dalam menyukseskan SNLIK 2026 guna menghasilkan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Secara nasional, indeks literasi dan inklusi keuangan pada 2025 tercatat masing-masing sebesar 66,46 persen dan 80,51 persen.
Editor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2026