Pemerintah Kota Denpasar, Bali menekankan pentingnya kolaborasi berbagai sektor untuk menekan dan mengatasi angka kemiskinan di Denpasar.
Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa saat membuka secara resmi Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (RKPK) tahun 2025 di Gedung Sewaka Dharma, Selasa, mengatakan penurunan angka kemiskinan merupakan salah satu indikator utama untuk menciptakan masyarakat yang sejahtera dan makmur.
Langkah ini selaras dengan misi Kota Denpasar "Meningkatkan Kemakmuran Masyarakat Kota Denpasar Melalui Peningkatan Kualitas Pelayanan Pendidikan, Kesehatan dan Pendapatan Masyarakat Yang Berkeadilan".
Menurut dia, kemiskinan menjadi salah satu faktor utama dari berbagai permasalahan yang dialami masyarakat, dimana kemiskinan memberikan dampak yang sangat besar terhadap berbagai sektor kehidupan, baik dari sektor kesehatan, pendidikan, sosial, ekonomi, hingga permasalahan keamanan.
Kemiskinan pun tidak hanya disebabkan karena faktor ekonomi, tetapi juga disebabkan karena kurangnya akses terhadap pendidikan, kesehatan, lapangan pekerjaan, hingga bencana.
"Oleh karena itu, pengentasan kemiskinan bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor sosial maupun ekonomi, tetapi memerlukan kolaborasi lintas sektor di berbagai bidang, mulai dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, hingga masyarakat," ungkap Arya Wibawa.
Berdasarkan data BPS, tren angka kemiskinan di Kota Denpasar dari tahun 2021-2025 mengalami fluktuasi.
Angka kemiskinan di Kota denpasar sempat mengalami kenaikan di tahun 2021 dan 2022 akibat dampak dari adanya pandemi COVID-19.
Namun, pascapandemi mengalami penurunan perlahan hingga di tahun 2025 saat ini mencapai angka 2.16 persen.
Menurunnya angka kemiskinan di Kota Denpasar, kata Arya Wibawa, mencerminkan kesejahteraan masyarakat mengalami peningkatan.
"Namun, kondisi ini tidak boleh membuat kita lengah, karena semakin kecil angka kemiskinan, maka upaya yang kita lakukan harus lebih tinggi untuk dapat menurunkan angka kemiskinan tersebut," katanya.
Karena itu, Pemerintah Kota Denpasar berkomitmen kuat untuk menurunkan angka kemiskinan hingga mencapai target 1.95 persen di tahun 2030.
Beberapa langkah yang ditempuh untuk menurunkan kemiskinan, lanjut Arya Wibawa dapat dilakukan melalui tiga hal, yakni meningkatkan pendapatan melalui program pelatihan, pendampingan pembentukan usaha, dan job fair (pasar kerja).
Selanjutnya adalah mengurangi beban pengeluaran melalui bantuan sosial dan jaminan sosial, serta yang terakhir melalui perbaikan akses dan fasilitas kesehatan, pendidikan, hingga infrastruktur dasar.
Editor : Widodo Suyamto Jusuf
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2025