Jakarta, Indonesia (Antara Bali) - IFC, anggota kelompok Bank Dunia, bekerja sama dengan kantor berita nasional Indonesia, ANTARA mengadakan konferensi 21 Mei pertama tentang tata kelola perusahaan untuk membantu meningkatkan standar pemberitaan tentang isu-isu tata kelola perusahaan.

Para editor dan jurnalis senior dari sekitar 50 media massa menghadiri konferensi ini dan berdiskusi tentang bagaimana media dapat membantu meningkatkan kesadaran dan permintaan dari publik untuk tata kelola perusahaan yang baik dan pembangunan yang berkelanjutan.

Abdullah Alamudi, dosen senior di Dr. Soetomo Press Institute dan mantan ketua Komisi Pengaduan Publik di Dewan Pers, mengatakan, “Sangatlah penting bagi rekan-rekan jurnalis untuk memahami isu-isu seputar tata kelola perusahaan yang baik supaya lebih bisa menghadirkan berita-berita ekonomi dan bisnis yang bermanfaat bagi public. IFC melakukan tugas yang hebat dengan mencoba meningkatkan kesadaran akan pentingnya isu-isu tata kelola perusahaan dan menyediakan pelatihan bagi para jurnalis untuk membantu mereka memahami konsep tersebut dengan lebih baik.”

Pembicara-pembicara terkemuka yang lain dalam konferensi ini antara Ade Armando, dosen dari Universitas Indonesia, Metta Dharmasaputra, mantan redaktur pelaksana dari sebuah majalah berita ternama Indonesia, Tempo dan seorang jurnalis investigatif yang terkemuka, serta Putu Anggreni, redaktur pelaksana Globe Investor Magazine, sebuah penerbitan tentang perdagangan yang kerap meliput berita-berita tentang industry manajemen.

IFC telah bekerja sama dengan institusi-institusi pendidikan dan pelatihan juga media untuk membantu para jurnalis meningkatkan kualitas pemberitaan mereka tentang isu-isu tata kelola perusahaan. Kami telah melatih sekitar 70 jurnalis di kawasan Asia Timur dan Pasifik.

“Tata kelola perusahaan akan menciptakan lingkungan usaha yang lebih berkelanjutan dan mendorong perkembangan ekonomi,” ujar Sarvesh Suri, country manager IFC di Indonesia. “Jurnalis yang memahami dan menghargai tata kelola perusahaan tidak hanya akan menghasilkan berita bisnis yang baik, tetapi akan sangat dihargai oleh rekan-rekan sejawat dan perusahaan-perusahaan yang mereka liput.”

IFC telah membantu pengembangan 48 kode etik tata kelola perusahaan di 32 negara dan materi-materi pelatihan tentang kepemimpinan telah digunakan untuk melatih sekitar 700 pelatih ahli di bidang tata kelola perusahaan di 46 negara. IFC meluncurkan program tata kelola perusahaan di Indonesia pada bulan Juni 2012 dan telah menyelenggarakan sepuluh seminar dan konferensi seperti forum untuk perempuan pemimpin, pelatihan untuk pemilik perusahaan keluarga dan pelatihan di beberapa universitas di Indonesia. IFC juga memproduksi scorecard perusahaan-perusahaan besar di Vietnam yang telah tercatat di bursa efek; IFC juga telah bermitra dengan Bursa Efek Shenzhen di Cina untuk lebih meningkatkan kinerja dewan direksi perusahaan.

Tentang IFC

IFC, anggota Kelompok Bank Dunia, merupakan institusi pembangunan global terbesar yang berfokus sepenuhnya pada sektor swasta. Kami membantu negara-negara berkembang meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan dengan membiayai investasi, memobilisasi kapital di sektor finansial internasional, serta memberikan jasa pendampingan teknis kepada perusahaan dan pemerintah. Pada tahun fiskal 2012, nilai investasi kami mencapai $20 milyar, yang merupakan nilai tertinggi dalam sejarah IFC, guna meningkatkan peran sektor swasta dalam menciptakan lapangan pekerjaan, mendorong inovasi, dan mengatasi tantangan pembangunan yang paling kritis. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.ifc.org.

Tetap Terhubung
www.ifc.org/eastasia
www.twitter.com/IFC_EAP
www.facebook.com/IFCindonesia
www.facebook.com/IFCwbg
www.youtube.com/IFCvideocasts
www.ifc.org/SocialMediaIndex

Kontak:
IFC Jakarta
Novita Patricia Wund
Phone: +62 8118 400438
E-mail: NWund@ifc.org
(ACN Newswire/Antara/ADT)

Pewarta:

Editor : I Nyoman Aditya T I


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2013