Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan optimistis Tanah Lot Art and Food Festival VI yang akan digelar pada 22–24 Agustus 2025 mendatang tidak hanya akan mendongkrak kunjungan wisatawan ke objek wisata Tanah Lot namun juga akan berdampak pada meningkatnya laju perekonomian masyarakat setempat.
Hal tersebut diungkapkan Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya saat menggelar konferensi pers menjelang Tanah Lot Art and Food Festival di DTW Tanah Lot, Tabanan, Sabtu.
Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya menjelaskan, di festival yang menampilkan parade budaya seperti gebogan hingga sajian kuliner khas Tabanan tersebut, ia meyakini parade budaya dan kuliner tersebut mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat Tabanan.
Menurut Gede Sanjaya, sebagai contoh beberapa waktu lalu, ketika agenda di Taman Bung Karno yang digelar selama dua hari, mampu mendongkrak perekonomian para pelaku UMKM setempat.
"Selama dua hari event Taman Bung Karno, omzet pelaku UMKM meningkat tajam hingga per harinya mencapai Rp1 miliar. Omzet tersebut jauh jika dibandingkan hari biasanya yang mencapai Rp100 juta per hari, "ujarnya.
Sehubungan dengan hal tersebut, Gede Sanjaya berharap gelaran Tanah Lot Art and Food Festival VI bisa berjalan dengan sukses dan perekonomian masyarakat meningkat.
"Saya optimistis dengan Tanah Lot Art and Food Festival yang semula digelar hanya tiga hari, kini diperpanjang menjadi lima hari, saya yakin akan membawa dampak positif," imbuhnya.
Hal positif itu jelas akan berdampak bagi masyarakat sekitar dan pengelola DTW Tanah Lot baik dari kunjungan wisatawan hingga pertumbuhan ekonomi masyarakat itu sendiri.
Bupati Tabanan Gede Sanjaya mengapresiasi dengan kembali digelarnya Tanah Lot Art and Food Festival VI, untuk itu ke depan Pemerintah Kabupaten Tabanan secara bertahap akan menggelar acara-acara serupa seperti festival baleganjur.
Sementara, Manajer DTW Tanah Lot, I Wayan Sudiana menambahkan Tanah Lot Art and Food Festival VI yang mengusung kearifan lokal dan budaya masyarakat Tabanan hingga kuliner lokal tersebut juga akan menyuguhkan atraksi budaya dan hiburan yang berasal dari kreatifitas seni Yowana di Desa Adat Beraban.
"Untuk saat ini kunjungan wisatawan ke Tanah Lot per harinya mencapai 5000 orang perhari. Dengan data kunjungan tersebut, saya menargetkan kunjungan wisatawan pada festival tersebut akan mencapai 30 ribu orang per hari, " kata Wayan Sudiana.
Editor : Widodo Suyamto Jusuf
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2025