Negara (Antara Bali) - Warga Desa Tukadaya, Kabupaten Jembrana mempertanyakan program bedah rumah yang mereka anggap salah sasaran, karena justru warga mampu yang mendapatkannya.
"Kakak saya ini bisu dan masuk dalam buku KK miskin. Ia pernah didatangi petugas survey bedah rumah, tapi yang dapat kok warga yang mampu dan bergelar insinyur," kata Ketut Katon, warga setempat, Senin.
Putu Sujana, insinyur yang dimaksudkan Katon saat dikonfirmasi membenarkan, dirinya mendapatkan program bedah rumah.
Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tukadaya ini mengaku, ia hanya sebagai penerima, dan tidak tahu kenapa dirinya yang memperoleh program dari pemerintah tersebut.
"Waktu petugas survey, saya sedang di Denpasar. Saya dengar kalau tidak mau menerima, jatah bedah rumah akan hangus makanya saya terima saja," katanya.(GBI)
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2013
"Kakak saya ini bisu dan masuk dalam buku KK miskin. Ia pernah didatangi petugas survey bedah rumah, tapi yang dapat kok warga yang mampu dan bergelar insinyur," kata Ketut Katon, warga setempat, Senin.
Putu Sujana, insinyur yang dimaksudkan Katon saat dikonfirmasi membenarkan, dirinya mendapatkan program bedah rumah.
Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tukadaya ini mengaku, ia hanya sebagai penerima, dan tidak tahu kenapa dirinya yang memperoleh program dari pemerintah tersebut.
"Waktu petugas survey, saya sedang di Denpasar. Saya dengar kalau tidak mau menerima, jatah bedah rumah akan hangus makanya saya terima saja," katanya.(GBI)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2013