Negara (Antara Bali) - Camat Negara, Ketut Kariadi Erawan serta Kepala Dinas Sosial Dan Tenaga Kerja Jembrana, Ketut Wiaspada minta, aparat Desa Pengambengan untuk membantu korban abrasi dengan cara gotong royong, karena bantuan dari pemerintah perlu proses.
"Kalau menunggu bantuan dari pemerintah mungkin cukup lama, karena harus melalui proses. Yang bisa dilakukan sekarang, desa harus melakukan gotong royong baik untuk biaya maupun pendirian rumah darurat, bagi warganya yang menjadi korban abrasi," kata Wiaspada, Selasa di Negara.
Wiaspada mengungkapkan, untuk membantu korban abrasi, pihaknya sudah mengajukan permohonan bantuan bedah rumah ke pemerintah pusat lewat dana stimulan.
"Sampai saat ini, permohonan kami masih dalam tahap verifikasi. Saya harap, desa punya alternatif jalan keluar untuk membantu warga dalam jangka pendek. Kami juga siap membantu, misalnya dengan urunan dana dari pribadi," ujar Wiaspada.
Camat Negara, Ketut Kariadi Erawan juga mendesak pemerintah desa untuk berperan aktif dalam mencarikan solusi, bagi warganya yang menjadi korban abrasi tersebut.
Sebelumnya diberitakan, korban abrasi di Desa Pengambengan, khususnya di Dusun Ketapang sampai saat ini masih tinggal di tenda, sejak bencana terjadi sekitar satu bulan lalu.
Riono, salah seorang korban abrasi mengaku, untuk mendirikan rumah baru di lokasi yang lain, dirinya tidak memiliki biaya.
"Semua warga yang menjadi korban abrasi tidak punya biaya untuk membuat rumah lagi. Kami hanya bisa menggantungkan dari bantuan pemerintah," katanya.(GBI)
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2013
"Kalau menunggu bantuan dari pemerintah mungkin cukup lama, karena harus melalui proses. Yang bisa dilakukan sekarang, desa harus melakukan gotong royong baik untuk biaya maupun pendirian rumah darurat, bagi warganya yang menjadi korban abrasi," kata Wiaspada, Selasa di Negara.
Wiaspada mengungkapkan, untuk membantu korban abrasi, pihaknya sudah mengajukan permohonan bantuan bedah rumah ke pemerintah pusat lewat dana stimulan.
"Sampai saat ini, permohonan kami masih dalam tahap verifikasi. Saya harap, desa punya alternatif jalan keluar untuk membantu warga dalam jangka pendek. Kami juga siap membantu, misalnya dengan urunan dana dari pribadi," ujar Wiaspada.
Camat Negara, Ketut Kariadi Erawan juga mendesak pemerintah desa untuk berperan aktif dalam mencarikan solusi, bagi warganya yang menjadi korban abrasi tersebut.
Sebelumnya diberitakan, korban abrasi di Desa Pengambengan, khususnya di Dusun Ketapang sampai saat ini masih tinggal di tenda, sejak bencana terjadi sekitar satu bulan lalu.
Riono, salah seorang korban abrasi mengaku, untuk mendirikan rumah baru di lokasi yang lain, dirinya tidak memiliki biaya.
"Semua warga yang menjadi korban abrasi tidak punya biaya untuk membuat rumah lagi. Kami hanya bisa menggantungkan dari bantuan pemerintah," katanya.(GBI)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2013