Malang (Antara Bali) - Harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional di wilayah Malang raya selama sepekan ini kembali mengalami kenaikan cukup drastis, yakni mencapai Rp5 ribu hingga Rp10 ribu/kg.
Salah seorang penjual daging sapi di Pasar Merjosari, Kota Malang, Fatiyah, Kamis, beberapa waktu lalu sudah naik sangat tinggi dan dalam sepekan ini harganya kembali naik.
"Daging sapi dengan kualitas paling rendah sebelumnya hanya Rp75 ribu/kg, sekarang mencapai Rp80 ribu/kg dan yang berkualitas sedang sebelumnya seharga Rp80 ribu/kg, sekarang sudah mencapai Rp85 ribu/kg dan kualitas bagus seharga Rp90 ribu/kg," kata Fatiyah, menambahkan.
Ia berharap, harga daging sapi segera turun karena berpengaruh signifikan terhadap daya beli masyarakat. Karena harganya yang terlalu mahal, banyak konsumen yang mengurungkan niatnya untuk membeli daging sapi.
Akibatnya, kata Fatiyah, banyak pedagang yang mengalami kerugian hingga jutaan rupiah karena daging yang sudah terlanjur dibeli dari jagal tidak laku.
Kenaikan harga daging sapi tersebut tidak hanya berimbas pada pedagang dan konsumen saja, tapi juga bagi peternak yang selama ini menekuni penggemukan sapi. (*/DWA/T007)
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2013
Salah seorang penjual daging sapi di Pasar Merjosari, Kota Malang, Fatiyah, Kamis, beberapa waktu lalu sudah naik sangat tinggi dan dalam sepekan ini harganya kembali naik.
"Daging sapi dengan kualitas paling rendah sebelumnya hanya Rp75 ribu/kg, sekarang mencapai Rp80 ribu/kg dan yang berkualitas sedang sebelumnya seharga Rp80 ribu/kg, sekarang sudah mencapai Rp85 ribu/kg dan kualitas bagus seharga Rp90 ribu/kg," kata Fatiyah, menambahkan.
Ia berharap, harga daging sapi segera turun karena berpengaruh signifikan terhadap daya beli masyarakat. Karena harganya yang terlalu mahal, banyak konsumen yang mengurungkan niatnya untuk membeli daging sapi.
Akibatnya, kata Fatiyah, banyak pedagang yang mengalami kerugian hingga jutaan rupiah karena daging yang sudah terlanjur dibeli dari jagal tidak laku.
Kenaikan harga daging sapi tersebut tidak hanya berimbas pada pedagang dan konsumen saja, tapi juga bagi peternak yang selama ini menekuni penggemukan sapi. (*/DWA/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2013