Badung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Badung melakukan pemantauan stabilitas harga dan pasokan kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan.

“Kami memastikan stok pangan seperti beras dan daging babi dalam kondisi surplus dan terkendali,” ujar Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Badung I Made Agus Aryawan di Mangupura, Kamis.

Pada kegiatan itu tim kenaikan harga di sejumlah pasar terhadap beberapa barang kebutuhan dan perlengkapan upacara agama seperti beras, daging, hingga bunga. Namun kondisi itu dinilai masih dalam batas wajar karena tingginya animo masyarakat.

Ia mengungkapkan pihaknya memastikan ketersediaan bahan pangan pokok seperti beras dalam kondisi aman. Berdasarkan pemantauan di lapangan, cadangan beras saat ini mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga lima sampai enam bulan ke depan.

Ketersediaan beras di Badung juga didukung oleh panen raya yang sedang berlangsung di beberapa wilayah subak salah satunya di Subak Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal dengan puluhan ton padi yang dipanen.

“Kami cek di Bulog Sempidi, Badung, stoknya aman lima sampai enam bulan ke depan. Jadi setiap hari paling tidak ada 2.500 ton itu tersedia," ungkap dia.

Agus Aryawan mengatakan sedangkan komoditas bunga Pasar Bunga Desa Baha, Kecamatan Mengwi sebagai pusat grosir bunga untuk upacara agama dinilai mampu memberikan selisih harga yang lebih murah bagi konsumen dibanding di pasar umum meskipun terjadi kenaikan harga.

Menurut dia kenaikan harga tersebut terjadi kebutuhan masyarakat untuk membeli bunga meningkat menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan.

"Komoditas bunga pacar dan bunga gumitir di Pasar Baha lebih murah daripada pasar umum meskipun kami mencatat rata-rata kenaikan harga menjelang hari raya ini berkisar antara Rp5 ribu hingga maksimal Rp10 ribu per kg,” kata dia.

Ia menambahkan Pemkab Badung juga mengecek harga babi hidup di tingkat peternak yang saat ini masih bertahan di angka Rp38 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram.

Sementara itu, untuk daging babi yang sudah bersih di pasar tradisional dijual dengan harga di bawah Rp100 ribu per kilogram.

“Salah satu peternak di wilayah Ayunan kami periksa terlihat ada stabilitas harga, tidak terlalu signifikan kenaikannya. Sedangkan yang sudah bersih bentuk daging sekitar Rp90 ribu sampai Rp95 ribu untuk di pasar umum," tambah dia.

Untuk itu Pemkab Badung mengimbau masyarakat agar tidak panik karena pasokan bunga dipastikan aman dan segar. Kelancaran distribusi ini didukung oleh pasokan yang datang dari para petani di dalam maupun di luar wilayah Kabupaten Badung.



Pewarta: Naufal Fikri Yusuf/Rolandus Nampu
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © ANTARA 2026