Anggota Dewan Perwakilan Daerah Made Mangku Pastika berpandangan ajang Gema Perdamaian ke-21 yang diikuti sekitar 3.000 peserta menjadi penting untuk menggaungkan pentingnya upaya menjaga perdamaian dan harmoni.

"Saya kira kita semua mendambakan perdamaian. Mewujudkan perdamaian memang tidak sederhana, tidak jatuh begitu saja dari langit," kata Pastika dalam acara Puncak Gema Perdamaian di Monumen Bajra Sandi Denpasar, Sabtu malam.

Menurut mantan Gubernur Bali dua periode itu peringatan Gema Perdamaian ke-21 dengan tema Refleksi Budi Luhur untuk Perdamaian Dunia ini sangat tepat dan patut diapresiasi. Perdamaian harus diupayakan semua orang yang ingin hidup dengan tenteram, aman dan sejahtera

"Kegiatan ini sangat relevan di saat dunia "panas" dengan perang yang bisa saja menjalar kemana-mana. Walaupun kita tidak menghendaki, tetapi kemajuan teknologi dan banyak orang berpengaruh. Kita berdoa mudah-mudahan tidak sampai menjalar ke Indonesia bahkan ke Bali," ucapnya.
Para tokoh lintas agama memimpin doa bersama yang diikuti 3.000 peserta  pada acara puncak Gema Perdamaian ke-21 di Denpasar pada Sabtu (14/10/2023).
ANTARA/Ni Luh Rhismawati


Baca juga: Mangku Pastika: Peringatan peristiwa Bom Bali pengingat pentingnya perdamaian

Pada puncak acara Gema Perdamaian dilakukan penganugerahan (award) kepada tiga tokoh yang dinilai telah berperan besar dalam menjaga dan menciptakan perdamaian di Bali dan Indonesia yakni Presiden Joko Widodo, Made Mangku Pastika, dan Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid (Yenny Wahid).

Acara juga diisi dengan padayatra berupa iring-iringan berbagai komponen masyarakat berjalan kaki sambil melantunkan doa, pembacaan puisi damai, doa perdamaian yang dipimpin Ida Rsi Wisesanatha, dan menyalakan Obor Perdamaian oleh Mangku Pastika serta dimeriahkan pula dengan pementasan Barong Sai dan sejumlah tarian tradisional.

"Bagi saya penghargaan ini bukan buat saya pribadi, tetapi semua rakyat Bali dalam etnis dan kepercayaan apapun itu yang sudah menjaga harmoni di antara sesama dengan toleransi yang luar biasa. Semua yang datang ke Bali merasakan getaran spiritual Bali yang menjaga perdamaian itu," ujarnya.

Terlebih, kata Pastika, masyarakat Bali selama ini telah berusaha dengan keras sekali untuk terus menjaga perdamaian.

Baca juga: Anggota DPD Bali: Peningkatan kasus rabies ancaman bagi pariwisata Pulau Dewata

Sementara Ketua Panitia Gema Perdamaian ke-21 Kadek Adnyana mengatakan perdamaian ini sangat penting. "Kemarin ada perayaan tragedi Bom Bali. Kita harus upayakan tindakan-tindakan untuk menciptakan kedamaian ke depan. Salah satu kegiatan ini menuju ke sana," ujarnya.

Rangkaian Gema Perdamaian ini telah dilaksanakan mulai dari aksi bersih-bersih lingkungan dan gerakan sosial kemanusiaan serta puncaknya dilaksanakan pada hari ini.

"Itu untuk menggugah empati kita. Kita refleksikan budi luhur kita dengan perdamaian. Saat ini dunia sedang dilanda perang yang belum selesai. Kami mengajak semua, siapapun itu, apapun latar belakangnya untuk sama-sama merefleksikan budi luhurnya," katanya.  


 

Pewarta: Ni Luh Rhismawati

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2023