Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono menyatakan tidak ada bantuan pengamanan ataupun militer dari negara asing dalam pengamanan Konferensi Tingkat Tinggi Archipelagic and Island States (KTT AIS) Forum 2023 di Nusa Dua, Bali.

"Untuk bantuan asing, tidak ada. Semuanya kita laksanakan dari personel kita karena saya kira kita mampu dari kekuatan darat, laut, dan udara. Kita tidak pernah minta bantuan luar. Dengan kekuatan kita, insyaallah kita mampu melaksanakan pengamanan ini," kata Yudo Margono usai menggelar Tactical Floor Game (TFG) di GOR Yudomo, Kepaon, Denpasar, Minggu.

Panglima menegaskan bahwa Polri dan semua kementerian lembaga terkait, BSSN, BIN, dan semuanya unsur yang terlibat dalam operasi pengamanan KTT AIS Forum 2023 mampu untuk melaksanakan pengamanan seperti yang sudah dilaksanakan selama pergelaran ajang bertaraf internasional lainnya seperti KTT G20 di Bali serta KTT ASEAN di Labuan Bajo dan di Jakarta.

Sebagai bagian dari tanggung jawab mempertaruhkan nama bangsa Indonesia, TNI/Polri berserta pemangku kepentingan terkait lainnya telah melaksanakan persiapan yang matang, baik dari segi personel maupun dari segi materiil, yakni peralatan untuk pengamanan, termasuk alat utama sistem senjata.

Baca juga: Panglima TNI jamin KTT AIS di Nusa Dua tak ganggu aktivitas wisata

Dari segi personel, TNI/Polri mengerahkan 15.581 personel dengan perincian 11.099 anggota TNI dan 4.482 anggota Polri.

Ribuan personel tersebut dibagi ke dalam berbagai satuan tugas, antara lain, Satgas Intelijen, Satgas Pengamanan Wilayah (Pamwil), Satgas VVIP, Satgas Passus (Pasukan Khusus), Satgasla (Satuan Tugas Laut), Satgasud (Satuan Tugas Udara), Satgas Bandara/Pelabuhan/Instalasi, Satgas Medis, Satgas Komlek (Komunikasi Elektronik), Satgas Pen (Penerangan), Satgas Evakuasi, Satgas VIP, dan 1 SSK (satuan setingkat kompi) Korps Musik (Korsik).

Alat utama sistem senjata (alutsista) untuk pengamanan VVIP pun sudah bersiap di berbagai lokasi, seperti kendaraan Jammer, Mobil Chamber, kendaraan Ops Basarnas, Smart Hunter Satgasud, JForce Passus, Jihandak Paspampres, Baracuda Polri, kendaraan Satwa Paspampres, kendaraan taktis Anoa Paspampres, kendaraan Air Patrol, dan dump truck.

Selain itu, Becho Louder, Inkas Passus, Baracuda Polri, Nubika Paspampres, Bushmaster Passus, mobil Komob Satgasud, mobil Chamber Satgasla, Sea Raider Satgasla, mobil kawal, ambulans medis, Demax Ladder Passus, mobil BPBD, sepeda motor listrik, mobil listrik, water cannon, LC Armor Passus, D Max Ladder, dan Atav Passus.

Baca juga: Polri siapkan 103 kendaraan listrik khusus pengawalan delegasi KTT AIS 2023

"Semua kami kerahkan untuk mengantisipasi ancaman-ancaman, baik dari luar maupun dari dalam. Baik ancaman yang faktual maupun potensial, sehingga kegiatan KTT dapat terlaksana dengan baik dan aman dan lancar seperti yang lalu-lalu," kata Panglima TNI didampingi Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Pada Minggu sore seluruh satgas yang bertugas di lapangan akan menghadiri Tactical Floor Game yang dipimpin langsung oleh Panglima TNI Yudo Margono dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

"TFG ini untuk memberikan pemahaman kepada masing-masing satgas terhadap tugas yang diemban dari dansatgas serta masing-masing anggotanya. Di mana mereka ditempatkan, dan bagaimana mekanisme kerja dan komunikasi dan semuanya," kata Yudo Margono.
 

Pewarta: Rolandus Nampu

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2023