Kepala Dinas PUPR Kabupaten Gianyar Dewa Gede Putra Hartawan menjelaskan pihaknya sudah melakukan survei pada jalan jebol dan longsor sangat lebar di banjar Cebok, desa Kedisan, Kecamatan Tegalalang, propinsi Bali untuk kemudian dibuatkan beberapa alternatif solusinya.

"Kami sudah melakukan survei, dan kini sedang dibuat beberapa alternatif solusinya untuk diambil kebijakan. Namun melihat jalan yang jebol dan longsor itu akan diperbaiki pada tahun 2024. Tidak bisa pada tahun ini karena perlu biaya yang besar," kata Kadis PUPR dalam wawancara via telepon di Gianyar, Kamis.

Karena menyangkut biaya yang besar maka perbaikannya akan dilakukan pada tahun depan. Dari hasil survei tersebut, Dinas PUPR akan mengajukan beberapa alternatif dan solusi kemudian akan diputuskan oleh Bupati dan DPRD Gianyar, tambah dia.

Ia belum dapat memastikan apakah Pemkab Gianyar akan memperbaiki jalan yang jebol dan longsor mengingat butuh biaya besar untuk buat fondasi. Atau membuat jalan alternatif. Hal itu yang masih menjadi kajian dari hasil survei itu.

Dinas PUPR sudah meminta masyarakat untuk tidak mendekat dengan jalan yang jebol dan longsor itu. "Kami sudah menutup jalan agar masyarakat tidak mendekat dengan lubang jalan yang menganga lebar masih berpotensi longsor lagi. Berbahaya untuk warga," katanya..

Jalan di banjar Cebok, desa Kedisan jebol pada Selasa malam sekitar jam 23 WITA. Tak ada korban jiwa, namun akibat jalan ambrol itu, aktivitas masyarakat terganggu. Warga jadi tidak bisa pergi ke sekolah dan ke pasar. Harus ambil jalan alternatif dan memutar.

Jalan yang ambrol dan meninggalkan lubang besar merupakan jalan yang menghubungkan desa Kedisan dengan Tegalalang.
 


 

Pewarta: Adi Lazuardi

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2023