Gubernur Bali Wayan Koster meminta para siswa lebih banyak menonton film-film berbasis tradisi dan budaya lokal.

"Lebih baik kita bangun produksi (film) yang berakar pada tradisi dan budaya kita, karena Bali betul-betul memiliki kekayaan untuk itu," katanya di Denpasar, Senin, pada acara penyerahan hadiah lomba esai tentang film Jayaprana dan Layonsari.

Dalam acara yang berlangsung di Wantilan Kantor DPRD Bali, Koster mengajak para siswa menyaksikan film Jayaprana dan Layonsari, pasangan dari Pulau Dewata yang kisah cintanya berakhir tragis seperti Romeo dan Juliet dalam tragedi karya William Shakespeare.

"Saya minta adik-adik semua agar menonton film Jayaprana dan Layonsari ini supaya bisa menjadi inspirasi bagaimana menjalani kehidupan yang baik, serta yang penting buat kita adalah ikut menjadi bagian dalam membangun dan memajukan kebudayaan Bali," katanya.

Gubernur mengemukakan pentingnya menjaga kelestarian kebudayaan Bali di tengah perkembangan cepat teknologi dan masuknya budaya dari luar negeri.

Ia mengungkapkan bahwa penggunaan nama depan khas Hindu Bali sudah semakin berkurang.

Di antara siswa sekolah dasar hingga sekolah menengah atas/sekolah menengah kejuruan di Bali, ia mengatakan, hanya sekitar 79 persen yang masih menggunakan nama depan khas Putu, Wayan, dan Gede untuk anak pertama; Made atau Kadek untuk anak kedua; Komang atau Nyoman untuk anak ketiga; dan Ketut untuk anak keempat.

Ia memerinci, proporsi penggunaan nama depan khas Bali untuk anak pertama sekitar 39 persen, nama depan anak kedua 36 persen, nama depan anak ketiga 18 persen, dan nama depan anak keempat enam persen.

"Sudah langka nama Ketut terancam punah. Ini harus kita jaga, supaya Putu, Gede, Wayan tetap ada, Kadek ada, Nyoman ada, Ketut juga ada. Jangan sampai nanti dimuseumkan," kata Wayan Koster.


Gubernur asal Buleleng itu juga meminta warga Bali ketika sudah waktunya menikah merencanakan untuk memiliki empat anak.

Menurut dia, Pemerintah Provinsi Bali akan memberikan insentif kepada anak ketiga dan keempat dalam keluarga.

 

Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari

Editor : Widodo Suyamto Jusuf


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2023