Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali menjadikan operasi pasar sebagai salah satu opsi untuk mengatasi kenaikan harga telur ayam ras.

“Kami lakukan pertama operasi pasar dulu, kemudian kami lihat apa penyebabnya,” kata Wakil Gubernur Bali Cokorda Oka Artha Ardana Sukawati di sela Layanan Keliling Kekayaan Intelektual (MPIC) di Lapangan Renon, Denpasar, Bali, Jumat.

Meski demikian, ia belum membeberkan implementasi operasi pasar guna mengintervensi kenaikan harga telur ayam ras.

Ia memproyeksi kenaikan harga telur ayam ras tersebut karena pasokan berkurang yang diperkirakan karena produksi menurun.

“Biasanya ini pasokannya berkurang karena suatu kejadian atau ada turunnya produksi,” imbuhnya.

Baca juga: Pemda Bali rancang pasar murah untuk stabilisasi harga komoditas

Terkait intervensi kenaikan harga pangan, Ketua Tim Pengendalian Harga Barang Pokok dan Barang Penting Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bali Sri Udayani menjelaskan indikator dilakukan operasi pasar atau pasar murah, apabila komoditas tertentu mengalami kenaikan harga melebihi harga eceran tertinggi (HET).

Misalnya, lanjut dia, apabila ada kenaikan harga beras, maka pihaknya akan berkoordinasi dengan Bulog Divisi Regional Bali untuk melakukan operasi pasar.

Meski begitu, pihaknya belum memberikan detail rencana upaya stabilisasi harga komoditas itu.

Adapun upaya stabilisasi harga terakhir yang dilakukan adalah pasar murah yang terakhir kali diadakan saat menjelang Lebaran 2023 di sejumlah titik di Bali.

Baca juga: Harga telur ayam di Gianyar tembus Rp58 ribu per kerat

Operasi pasar merupakan intervensi pemerintah untuk mengendalikan kenaikan harga produk pangan tertentu, sedangkan pasar murah menjual sejumlah kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga di pasaran.

Sementara itu, harga telur ayam ras di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Gianyar, Bali menembus Rp58 ribu per kerat dengan isi 30 butir atau setara 1,5-2 kilogram menyesuaikan ukuran.

Adapun harga eceran untuk per butir telur ayam ras mencapai Rp2.000.

Pedagang Pasar Batubulan Gianyar Kadek Sri Dewi menjelaskan harga telur ayam ras sebelum Lebaran pada April 2023 mencapai kisaran Rp45-48 ribu per kerat.

Pedagang di Bali menjual telur ayam ras tidak dalam bentuk kilogram namun per kerat atau per wadah berbahan kertas yang berbentuk segi empat.

Sementara itu, berdasarkan pemantauan Sistem Informasi Harga Pangan Utama dan Komoditas Strategis (Sigapura) Bali, harga telur ayam ras rata-rata di Bali mencapai Rp29.648 per kilogram per Kamis (25/5) dengan harga tertinggi terjadi di Kabupaten Buleleng mencapai Rp32.000 per kilogram.

Harga telur ayam ras di Buleleng itu naik dibandingkan pada Jumat (19/5) mencapai Rp28.800 per kilogram.

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2023