Honda Prospect Motor (HPM) memperkenalkan mobil listrik mungilnya “Honda-e” di Karawang, Jawa Barat, Senin, meski belum berniat menjualnya di Indonesia untuk saat ini.

“Kami ingin memperkenalkan BEV kami ‘Honda e’, mobil yang sangat fun to drive, dan teknologi yang canggih,” ujar Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor (HPM), Yusak Billy.

Ukurannya yang mungil dengan desain kombinasi retro dan modern ini membuat salah satu Battery Electric Vehicle (BEV) Honda ini sangat menarik.

Tentu mudah untuk membuat orang melirik Honda e mungil ini ketika melintas, karena hatchback serba listrik saat ini tentu sangat memikat, bahkan tak kalah eye-catching bila disandingkan dengan MINI Electric.

Selain desain yang memikat, BEV ini tentu cocok untuk digunakan berkendara dalam kota. Honda e memiliki dimensi yang hampir mirip dengan Honda Brio, yakni panjang 3,89 meter, lebar 1,75 meter dan tinggi 1,51 meter.

Meski prototipe Honda e telah diperkenalkan pada 2017, dan telah dijual secara global sejak empat tahun lalu, teknologi BEV hatchback ini masih terbilang mutakhir, ditambah fitur-fitur menarik.

Salah satu fitur paling mentereng dari mobil ini adalah dua buah layar monitor utama yang terkesan menyambung dengan multi information display (MID) dan layar spion digital, membuatnya melintang tak tanggung-tanggung dari sudut kiri hingga kanan dasbor.

Interior Battery Electric Vehicle (BEV) "Honda e" yang dipamerkan di Karawang, Jawa Barat, Senin (10/4). (ANTARA/Pamela Sakina)


Secara spesifikasi mobil ini juga dilengkapi baterai lithium ion berukuran ringkas yakni 35,5 kWh yang mampu membuat kendaraan ini melaju sejauh 220 km.

Baterai itu dapat terisi penuh dengan pengecasan DC Charger 50/100 kW selama 30-36 menit untuk mencapai tingkat keterisian 80 persen.

Selain itu, Honda e juga dibekali motor listrik berkapasitas 154 PS dengan torsi 315 Nm yang disalurkan ke roda belakang, membuat mobil ini lebih lincah.

Dengan spesifikasi tersebut mobil listrik mungil ini dapat melesat 0-100 km/jam dengan durasi 8,3 detik untuk mode sport, dan sekitar 8,6 detik untuk mode normal.

“Sejauh ini sih belum ada rencana (menjual Honda e di Indonesia), dan sepertinya tidak untuk di Indonesia, mungkin belum waktunya,” jelas New Business Planning Manager PT HPM, Ferdianto Budiono kepada ANTARA.


 

Pewarta: Pamela Sakina

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2023