Pemerintah meraup dana senilai Rp9 triliun dari lelang enam seri sukuk negara atau Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada 4 April 2023.

Keenam seri tersebut yakni seri SPNS03102023, PBS036, PBS003, PBS037, PBS034, dan PBS033, yang dilelang melalui sistem lelang Bank Indonesia (BI) untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023.

Dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan mencatat penawaran yang masuk dalam lelang sebanyak Rp24,77 triliun.

Dari lelang seri PBS036 diserap dana terbanyak yakni Rp2,3 triliun yang berasal dari penawaran masuk tertinggi pula, yaitu Rp13,25 triliun, dengan imbal hasil (yield) rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,38009 persen.

Baca juga: Pemerintah serap dana Rp11 triliun hasil lelang SBSN

Nominal terbesar lainnya dimenangkan dari seri PBS034 sebesar Rp2,25 triliun yang mendapatkan penawaran masuk Rp2,34 triliun, dengan imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 7,07728 persen.

Kemudian, pemerintah menyerap dana Rp1,45 triliun dari lelang seri PBS003 yang mendapatkan penawaran Rp1,94 triliun, dengan imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,46678 persen.

Dari seri SPNS03102023, diraup dana Rp1,15 triliun yang mendapatkan penawaran masuk Rp4,05 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan untuk seri ini sebesar 4,82391 persen.

Selanjutnya, dari lelang seri PBS037 diserap dana Rp950 miliar yang berasal dari penawaran masuk Rp1,51 triliun dan imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan tercatat 7,07952 persen.

Terakhir, nominal terkecil yang dimenangkan oleh pemerintah dalam lelang yakni PBS033 sebesar Rp900 miliar dari penawaran masuk Rp1,68 triliun, dengan imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebanyak 7,16662 persen.

Baca juga: Pemerintah serap Rp14 triliun dari lelang 6 seri sukuk negara
 

Pewarta: Agatha Olivia Victoria

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2023