Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat hadir pada peresmian fasilitas baru di kawasan Pura Agung Besakih, Karangasem, meminta agar infrastruktur di pura terbesar di Bali tersebut dikelola dengan baik.

"Membangun fasilitas yang megah lebih mudah dari mengelola dan merawatnya. Untuk itu saya benar-benar ingin titip agar fasilitas yang sudah dibangun pemerintah pusat dan pemerintah provinsi dengan dana sangat besar ini harus diikuti dengan pengelolaan yang baik dan profesional," kata Presiden Jokowi, disaksikan oleh Gubernur Bali dan jajaran.

Di Karangasem, Senin, Presiden Jokowi mengarahkan agar setelah fasilitas diresmikan, harus disiapkan manajemen dengan kompetensi yang baik, sehingga nantinya seluruh kepentingan terkait Pura Agung Besakih dapat terjembatani. 

Bahkan mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyarankan agar dalam pengelolaannya memberi kesempatan kepada Desa Besakih, Desa Adat Besakih, dan masyarakat untuk terlibat dan berkontribusi.

Pembangunan fasilitas di pura yang terletak di dekat Gunung Agung itu telah berlangsung sejak 2021, dimana Presiden Jokowi kala itu yang memerintahkan Menteri PUPR untuk melakukan penataan bersama Pemprov Bali.

Adapun yang dilakukan seperti relokasi dan penataan sejumlah pura serta pembangunan infrastruktur pendukung, diantaranya tempat parkir, kios, gedung serbaguna, wantilan, hingga akses kendaraan listrik.

Presiden Jokowi menyadari bahwa umat Hindu maupun pengunjung yang datang ke Pura Agung Besakih sangat banyak, apalagi saat Upacara Ida Bathara Turun Kabeh yang akan berlangsung Maret-April di tahun ini. Dengan demikian penting untuk menjaga kesucian, kebersihan, dan kerapian, kawasan pura demi berlangsungnya upacara dengan aman dan nyaman

"Kedatangan umat Hindu dan pengunjung yang semakin banyak tanpa diimbangi dengan penataan dan antisipasi ke depan akan menimbulkan kesemrawutan dan ketidaknyamanan," kata Presiden Jokowi.

Gubernur Bali Wayan Koster turut menyampaikan bahwa Pura Agung Besakih memang pura yang sangat disucikan karena merupakan pemujaan utama Pura Khayangan Jagat terpenting.

"Pura Agung Besakih disebut hulu kerajaan Bali sekaligus pusat dunia, karena itu Besakih pada masa kuno dikategorikan sebagai kawasan suci untuk memohon kerahayuan hidup, yang dipantangkan untuk dimasuki secara sembarangan oleh siapapun," tutur Koster.

Untuk pembangunan seluruh fasilitas menghabiskan dana Rp911 miliar, dimana dana tersebut sebesar Rp428 miliar berasal dari APBN Kementerian PUPR dan Rp483 miliar dari APBD Provinsi Bali.

Baca juga: Gubernur Bali: Biaya pembangunan fasilitas di Pura Agung Besakih capai Rp911 miliar

 

Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari

Editor : Widodo Suyamto Jusuf


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2023