Tim SAR gabungan jalur udara berhasil mengevakuasi empat korban kecelakaan helikopter yang ditumpangi Kapolda Jambi Irjen Pol Rusdi Hartono dan rombongan.

Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Mulia Prianto di Jambi, Selasa mengatakan saat ini sudah berhasil mengevakuasi empat korban.

Empat korban tersebut yakni Co Pilot yakni AKP Amos Fredily, ADC Kapolda Jambi yakni Briptu Aditya, Dirreskrimum Polda Jambi Kombes Pol Andri Ananta, dan Dirpolairud Polda Jambi Kombes Pol Michael Mumbunan.

"Baru empat yang dievakuasi," kata dia.

Selanjutnya, untuk korban lainnya terutama Kapolda Jambi hingga saat ini belum berhasil dievakuasi. Saat ini masih terdapat empat korban yang belum dievakuasi .

Saat ini korban sudah sampai di posko krisis centre di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi.

Sementara itu, tim evakuasi sejak pagi tadi hingga siang ini, telah melakukan upaya evakuasi melalui udara terhadap Kapolda Jambi dan rombongan, namun karena faktor cuaca yang tidak memungkinkan belum dapat dievakuasi.



Sejak pukul 07.00 WIB tim evakuasi telah berupaya ke lokasi, namun tim kembali lagi karena kondisi cuaca dan berkabut.

Kemudian, pada pukul 09.00 WIB tim pun kembali bergerak ke lokasi tetapi kembali lagi dan belum bisa mencapai titik lokasi.

Selain itu, pada pukul 10.00 WIB helikopter dalam rangka kegiatan evakuasi pun kembali lagi menuju ke lokasi, namun tetap belum bisa melakukan proses evakuasi karena faktor cuaca.

Selanjutnya, pada pukul 10.15 WIB helikopter kembali lagi menuju ke lokasi, namun tetap belum bisa.

Terakhir pada pukul 12.10 WIB, helikopter kembali lagi ke lokasi namun juga belum bisa. Karena jarak pandang yang tidak memungkinkan, kabut tebal dan gerimis sedikit deras di lokasi.

Lebih lanjut,kata dia helikopter yang telah lima kali berulang itu juga membawa logistik berupa makanan dan obat- obatan namun juga tidak bisa diturunkan.

Sementara itu hingga kini tim SAR masih terus berupaya untuk mengevakuasi Kapolda Jambi dan korban lainnya.




 

Pewarta: Tuyani

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2023