Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah dari provinsi lain di Tanah Air dapat meniru sejumlah kiat sukses dan inovasi yang telah dilakukan pelaku UMKM di Provinsi Bali.

Ketua Komite IV DPD Hj Elviana bersama rombongan dan anggota DPD Dapil Bali Made Mangku Pastika mengunjungi sentra kerajinan Bee Handicraft di kawasan Sading, Kabupaten Badung, Minggu.

Usaha kerajinan Bee Handicraft yang didirikan oleh Anak Agung Ayu Mas Utari Noviyanthi ini memproduksi kipas unik dan menarik berbahan limbah kain, yang sudah dipasarkan hingga 11 negara dan hampir semua provinsi di Tanah Air.

"Kami melihat Bu Agung Mas ini tidak hanya berbuat untuk dirinya sendiri, tetapi juga aktif memberikan pelatihan-pelatihan untuk masyarakat," ujar Elviana.

Kunjungan Komite IV DPD ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya ke Bali yang menghadirkan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali dan perwakilan pelaku UMKM.

Baca juga: Kolaborasi dan sinergi kunci UMKM Bali kuat hadapi resesi

"Kami ingin hal-hal seperti ini seperti ini ditiru oleh provinsi-provinsi lain tidak hanya di Bali," ucapnya.

Menurut Elviana, selama ini pemerintah daerah cenderung lebih menolong dan memahami UMKM dengan produk-produk makanan atau kuliner.

Dengan kunjungannya tersebut, diharapkan pemerintah daerah juga bisa mendukung UMKM dengan produk kerajinan berbahan daur ulang seperti yang diproduksi Bee Handicraft.

"Di Jambi misalnya, juga ada usaha batik. Jadi limbah-limbah kain bisa pula digunakan seperti ini sehingga mendatangkan uang," katanya didampingi anggota Komite IV DPD lainnya yakni H Sukiryanto, Novita Anakotta, Abdul Hakim dan Made Mangku Pastika.

Selain itu, Elviana juga menggugah agar pemda lebih paham yang menjadi kebutuhan UMKM di lapangan tak semata-mata soal modal. Namun juga pendampingan dari sisi SDM, teknik produksi hingga manajemen keuangan.

Sementara itu, anggota Komite IV DPD Made Mangku Pastika mengatakan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian hendaknya juga ada peran serta pemerintah maupun pihak terkait untuk membina mereka.

Baca juga: UMKM di Denpasar ikuti kurasi produk sambut turis China

"Harus dibantu, tidak mesti dengan uang tetapi dengan akses pasar, manajemen, dan yang lainnya. Komite IV DPR menaruh perhatian yang sangat besar terhadap kemajuan UMKM," ujarnya.

Dari kunjungan tersebut, diharapkan juga dapat ditularkan kreativitas yang telah dilakukan ke daerah lain, baik dari sisi penggunaan teknologi dan jaringan pemasaran.

"Seringkali produksi kita bagus tetapi pasarnya tidak ada sehingga mati dengan sendirinya. Oleh karena itu, mulai dr hulu, permodalan, kemampuan orang untuk berproduksi, alat untuk produksi, dan pasar. itulah yang bisa kita tularkan ke daerah-daerah lain," ucapnya.

Selain itu, pemerintah diharapkan juga dapat memberikan perlindungan seperti dari sisi perpajakan karena tarif pajak penghasilan sebesar 0,5 persen dari omzet penjualan dinilai masih memberatkan.

Anak Agung Ayu Mas Utari Noviyanthi selaku pendiri Bee Handicraft mengatakan dengan usaha yang dilakoninya lebih dari 10 tahun itu terbukti tetap bertahan meskipun di tengah kondisi pandemi COVID-19.

"Yang dibutuhkan UMKM itu tidak selalu berupa modal. Tetapi agar bisa saling mengajarkan juga. Saya punya mimpi agar dana-dana CSR dapat membantu penyediaan mesin bagi UMKM untuk berproduksi dan saya siap untuk memberikan pelatihan," ucap Agung Mas.

Menurut wanita yang sempat selama delapan tahun memberi pelatihan bagi penghuni Lapas Kerobokan itu mengatakan UMKM agar eksis jangan hanya dikasi ikan, tetapi justru kail yang lebih penting.
 
Ketua Komite IV DPD Hj Elviana (kanan) berbincang dengan pendiri Bee Handicraft Anak Agung Ayu Mas Utari Noviyanthi di sentra kerajinannya di kawasan Sading, Kabupaten Badung, Minggu (5/2/2023). ANTARA/Ni Luh Rhismawati.



 
 

Pewarta: Ni Luh Rhismawati

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2023