Denpasar (Antara Bali) - Tim penegak Peraturan Daerah Nomor 10 tahun 2011 tentang Kawasan Tanpa Rokok (Perda KTR) melakukan inspeksi mendakak (Sidak) ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar untuk mengecek pengawasan tanpa rokok di rumah sakit itu.
"Pada sidak ini kami temukan masih ada puntung rokok yang berserakan, namun orangnya tidak kami temukan," kata Anggota Tim Penegak Perda KTR, I Gusti Komang Pariarta, saat melakukan sidak di RSUP Sanglah Denpasar, Selasa.
Walaupun di beberapa sudut ruangan dan halaman di RSUP Sanglah telah terpampang stiker dan tulisan berukuran besar kawasan bebas rokok, namun pada kenyataannya tim menemukan puluhan puntung rokok seperti di depan ruang radioterapi rumah sakit tersebut.
Pariarta menyatakan bahwa, petugas rumah sakit setempat masih lemah dalam mengawasi aturan kawasan tanpa rokok.
"Menurut saya dari rumah sakit masih lemah pengawasannya ini, padahal petugas rumah sakit sudah berkomitmen," katanya.
Sementara itu Kepala Sub-Bagian Hubungan Masyarakat RSUP Sanglah, Kadek Naryanta mengakui bahwa, pengawasan menjadi salah satu kendala yang dihadapi petugas karena pengunjung yang banyak hilir mudik ke rumah sakit terbesar di Bali itu.
"Kendala di sini pengunjungnya banyak silih berganti, semoga ini nantinya membuka masyarakat akan pentinya menjaga lingkungan dan jauh dari bahaya asap rokok," katanya.(DWA)
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2012
"Pada sidak ini kami temukan masih ada puntung rokok yang berserakan, namun orangnya tidak kami temukan," kata Anggota Tim Penegak Perda KTR, I Gusti Komang Pariarta, saat melakukan sidak di RSUP Sanglah Denpasar, Selasa.
Walaupun di beberapa sudut ruangan dan halaman di RSUP Sanglah telah terpampang stiker dan tulisan berukuran besar kawasan bebas rokok, namun pada kenyataannya tim menemukan puluhan puntung rokok seperti di depan ruang radioterapi rumah sakit tersebut.
Pariarta menyatakan bahwa, petugas rumah sakit setempat masih lemah dalam mengawasi aturan kawasan tanpa rokok.
"Menurut saya dari rumah sakit masih lemah pengawasannya ini, padahal petugas rumah sakit sudah berkomitmen," katanya.
Sementara itu Kepala Sub-Bagian Hubungan Masyarakat RSUP Sanglah, Kadek Naryanta mengakui bahwa, pengawasan menjadi salah satu kendala yang dihadapi petugas karena pengunjung yang banyak hilir mudik ke rumah sakit terbesar di Bali itu.
"Kendala di sini pengunjungnya banyak silih berganti, semoga ini nantinya membuka masyarakat akan pentinya menjaga lingkungan dan jauh dari bahaya asap rokok," katanya.(DWA)
Editor : Masuki
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2012