Tokyo (Antara Bali/Kyodo JBN-AsiaNet) - Sebanyak dua puluh anggota penting United Nationalities Federal Council (UNFC), aliansi kelompok minoritas etnis bersenjata Myanmar yang berbasis di Chiang Mai, Thailand, bertemu di Tokyo pada tanggal 18 Oktober dengan para pejabat Nippon Foundation untuk membahas rincian, termasuk alokasi dan transportasi, bantuan kemanusiaan darurat senilai $3 juta yang telah disepakati sebelumnya antara UNFC dan yayasan tersebut.

Perwakilan 10 dari ke-11 kelompok etnis yang meresmikan UNFC pada bulan Februari tahun lalu, termasuk Karen National Union dan Kachin Independent Organization, mengambil bagian dalam pertemuan ini. Pertemuan itu merupakan pertemuan pertama di Jepang yang dihadiri oleh para anggota penting kelompok minoritas etnis bersenjata.

Pemerintah Myanmar tidak mengakui UNFC sebagai mitra perundingan resmi, namun meminta Nippon Foundation untuk menggunakan bantuan darurat sebagai bagian dari perundingan perdamaian. Pemerintah Myanmar dan kelompok bersenjata diharapkan untuk membuat kemajuan ke arah rekonsiliasi melalui proyek bantuan.

Di Myanmar, tempat lebih dari 130 kelompok minoritas etnis, satu juta orang dilaporkan melarikan diri serangan pemerintah dan saat ini tinggal dalam pengasingan di pegunungan Myanmar. Bantuan darurat tersebut disepakati akan diberikan kepada para pengungsi lokal dalam bentuk makanan dan medis.

Nippon Foundation memulai bantuan, termasuk pembangunan sekolah, di wilayah minoritas etnis Myanmar dalam era pemerintahan militer. Yayasan ini juga telah menerima permintaan untuk mendukung minoritas etnis dari Presiden Thein Sein serta pemimpin gerakan demokrasi Aung San Suu Kyi.

SUMBER: Nippon Foundation

Kontak:
Makoto Wada/ Natsuko Tominaga
Departemen Hubungan Masyarakat
Nippon Foundation
Phone: +81-3-6229-5131
E-mail: pr@ps.nippon-foundation.or.jp
(Press release/ADT)

Pewarta:

Editor : Nyoman Budhiana


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2012