Kuta (Antara Bali) - Maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia bersiap menambah pesawat baru untuk menghadapi liberalisasi penerbangan di kawasan Asia Tenggara atau "ASEAN Open Sky" yang diterapkan mulai 2015.
    
"Saat ini kami sudah memiliki 92 unit pesawat. Jumlah itu kami kembangkan menjadi 194 unit pada 2015," kata Pujobroto selaku Vice President PT Garuda Indonesia Tbk di Kuta, Bali, Sabtu.
    
Penambahan pesawat itu, di antaranya lima unit Bombardier, pesawat jet buatan Kanada dengan kapasitas 100 orang penumpang.
    
"Pesawat ini akan melayani beberapa daerah. Oleh sebab itu, tahun depan kami akan membuka tIga 'hub' (bandara penghubung ke seluruh wilayah di Tanah Air) lagi di Makassar, Medan, dan Balikpapan," katanya saat ditemui di sela-sela acara "Bali's Big Eco Weekend 2012" itu di Pantai Kuta itu.     
    
Ia menampik bahwa penambahan pesawat berkapasitas 100 tempat duduk itu didasari sepinya penumpang berbadan lebar, seperti jenis Boeing dan Airbus, yang dioperasikan Garuda selama ini.
    
"Sekarang ini banyak bandara dibangun di daerah-daerah dengan landasan pacu yang relatif lebih pendek. Oleh karena itu, kami menyiapkan pesawat jet berukuran lebih kecil," katanya.
    
Dengan penambahan pesawat itu, pihaknya sudah siap bersaing dengan maskapai penerbangan asing, termasuk dari negeri tetangga yang sudah merambah rute-rute domestik.
    
"Tidak masalah, mereka merambah rute-rute domestik karena memang pertumbuhan jasa penerbangan ini mencapai dua kali lipat dari pertumbuhan ekonomi nasional. Kami akan berkompetisi secara sehat," katanya.(M038/T007)

Pewarta:

Editor : Nyoman Budhiana


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2012