Executive Vice President East Area Sales Telkomsel Andri Wibawanto mengatakan identitas baru dari Telkomsel yang diluncurkan pada 18 Juni 2021 itu ditandai dengan desain logo baru yang terinspirasi pola Batik.

"Batik itu identitas budaya Indonesia, karena itu pembaharuan identitas itu menandai setiap fase kehidupan Telkomsel yang memang berkomitmen melayani masyarakat Indonesia. Ada beberapa identitas budaya Indonesia, tapi kami memilih Batik setelah diskusi dan riset," katanya dalam Virtual Meet and Media Update Telkomsel Area Jawa Bali, Senin.

Dalam Virtual Meet and Media Update yang dibuka General Manager Network Engineering and Project Area Jawa Bali Telkomsel Ade Mulyono itu, ia menjelaskan pembaharuan identitas itu dilakukan sebagai bukti bahwa Telkomsel selalu terdepan dalam setiap fase perkembangan telekomunikasi.

"Kesuksesan Telkomsel dimulai tahun 1995 hingga 2006. Tahun itu, Telkomsel leading di fase GSM Technology. Tahun 2006-2014, Telkomsel leading di fase broadband telecommunication. Tahun 2014 hingga saat ini, Telkomsel menorehkan prestasi sebagai leader di fase Digital and Services," katanya.

Baca juga: Telkomsel luncurkan Layanan Telkomsel 5G di Denpasar (Lima Kota)

Saat ini, Telkomsel telah memasuki 26 tahun perjalanannya dan merupakan usia yang sangat menantang untuk mampu melanjutkan komitmen dalam melayani masyarakat dan mempertahankan prestasi yang sudah diraih, karena itu Telkomsel melakukan pembaharuan identitas  agar dapat menjawab berbagai tantangan seiring perkembangan zaman.

"Pembaharuan identitas itu tidak terkait dengan PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) akibat Pandemi COVID-19, karena rencananya sudah kami lakukan sejak November 2019 dengan proses riset yang panjang dan detail hingga akhirnya logo itu diluncurkan pada 18 Juni 2021. Jadi, bukan karena PPKM, tapi karena masuknya fase digital dan perubahan gaya hidup digital masyarakat," katanya.

Andri menambahkan pembaharuan identitas Telkomsel juga diiringi dengan hadirnya nilai-nilai baru perusahaan yakni integrity, purposeful, empowering, dan exciting, yang diaktualisasikan dalam bentuk integrasi produk dan layanan berbasis digital yang lebih komprehensif, serta pembaharuan identitas perusahaan hingga brand visual yang akan memperkuat komitmen sebagai simbol perubahan di masa mendatang.

"Dengan identitas Telkomsel yang baru ini membuka berbagai peluang dan kemungkinan pemanfaatan teknologi digital terkini secara efektif dengan kolaborasi lintas sektor yang dapat lebih memberdayakan setiap lini kehidupan bangsa, sekarang dan di masa depan, sehingga komunitas, pelaku industri, dan pemangku kepentingan lainnya akan membuat Indonesia semakin terhubung dan memperkuat ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan," katanya.

Baca juga: Hendri Mulya Syam jadi Direktur Utama baru Telkomsel

Menurut Andri, pada fase dahulu, produk Telkomsel terdiri dari kartu prabayar yakni Simpati, LOOP, Kartu As dan Kartu Pasca Bayar yakni kartuHalo.

"Fase sekarang, kartu prabayar dilebur menjadi satu produk yakni Telkomsel Prabayar dengan harapan dapat #BukaSemuaKeseruan, sementara kartuHalo menjadi Telkomsel Halo dengan harapan dapat #BukaSemuaKeunggulan. Ini dari sisi marketing lebih efisien, efektif dan mudah diingat oleh seluruh lapisan masyarakat yang menjadi target pasar Telkomsel," ujarnya.

Sedangkan untuk starter pack, hanya ada dua jenis. Untuk Telkomsel Prabayar, starter pack ada dua pilihan yakni Internet Max dan Unlimited Max. Starter pack Telkomsel Halo cukup satu yakni Halo Unlimited.
"Pembaharuan identitas Telkomsel tidak mengubah seluruh fasilitas maupun fitur-fitur yang ada dalam produk Telkomsel," katanya.

Andri menegaskan di area  Jawa-Bali, pelanggan prabayar dan pasca bayar terus meningkat pesat. Sampai semester I, seiring dengan gaya hidup digital, penggunaan internet didominasi untuk YouTube 30 persen, Whatsapp 40 persen e-commerce 30 persen.

Sementara itu, survei "Indonesia: Laporan Pengalaman Jaringan Seluler Juni 2021", yang dilakukan pada Februari-Mei 2021, menunjukkan Telkomsel masih menjadi operator seluler yang dominan di Indonesia. (*)

Pewarta: Antara News Bali

Editor : Edy M Yakub


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2021