Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Made Mangku Pastika meyakini gerakan yang dilakukan Komunitas Eco Enzyme dapat membuat lingkungan alam Bali menjadi lebih baik sekaligus menolong lebih banyak orang dari sisi kesehatan.

"Meskipun Eco Enzyme sudah ditemukan sekitar tahun 1980-an di Thailand, kemudian berkembang ke seluruh dunia, tetapi khusus untuk Bali akan menjadi hal yang signifikan, saya akan mendukung gerakan Eco Enzyme ini, karena sangat besar manfaatnya," kata Pastika saat melakukan penyerapan aspirasi secara virtual di Denpasar, Kamis.

Baca juga: Mangku Pastika soroti kerusakan lingkungan Danau Batur

Eco enzyme ini didapat dari hasil pengolahan sampah dapur berupa sampah sayur dan buah yang dicampur dengan gula dan air, yang kemudian didiamkan selama tiga bulan.

Komunitas eco enzyme di Bali selama ini aktif secara sukarela menjernihkan sejumlah titik sungai di berbagai kabupaten/kota di Pulau Dewata dengan menggunakan eco enzyme.

Selain itu, gerakan eco enzyme juga mengajak pentingnya pengolahan sampah organik dari sumbernya dan eco enzyme pun digunakan untuk menyembuhkan sejumlah penyakit.

Dengan eco enzyme, lanjut Pastika, tentunya dapat digunakan untuk menetralisir kualitas air danau yang sudah tercemar dari limbah sabun, detergen, dan sebagainya, sehingga kualitas air menjadi lebih baik.

"Saya lebih dalam ingin mempelajari mengapa eco enzyme begitu manjur, mengapa dapat menjadi disinfektan yang efektif? Tentu memerlukan penelitian lebih jauh dan banyak orang perlu pertolongan," ujar anggota Komite 2 DPD itu saat berbincang dengan komunitas eco enzyme.

Menurut mantan Gubernur Bali dua periode itu, dengan eco enzyme juga sejalan dengan upaya mewujudkan Bali yang organik dan sesuai dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang digaungkan Pemerintah Provinsi Bali.

Sementara itu, Nyoman Suarsana, salah satu relawan eco enzyme menambahkan eco enzyme bermanfaat untuk perbaikan kondisi tanah pertanian dan telah banyak dicoba di sejumlah negara.

Baca juga: Anggota DPD dorong Pergub Bali soal "tipping fee"

"Untuk kesehatan, eco enzyme efektif untuk sarana detoksifikasi. Intinya, kami ingin turut menyelamatkan bumi karena dari tingkat rumah tangga sampah sudah dikelola dengan baik," ucapnya sembari mengatakan di Bali sudah ada sekitar 600 orang yang bergabung di komunitas eco enzyme.

Ani Fanawati, salah satu anggota komunitas eco enzyme menyampaikan pengalamannya menggunakan eco enzyme yang telah menyembuhkan luka di tangannya dalam beberapa hari karena pecah pembuluh darah.

"Ini menjadi salah satu solusi kita, karena membuat kita berhemat. Yang selama ini kita menggunakan deterjen hingga cairan pembersih lantai kimia, dengan eco enzyme itu tidak perlu lagi karena menjadi cairan multifungsi sejuta manfaat," ucapnya.

Dalam penyerapan aspirasi virtual itu menghadirkan Kabid Rehabilitasi Hutan, Lahan dan Pemberdayaan Masyarakat, Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali Ida Bagus Badraka.

Pewarta: Ni Luh Rhismawati

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2020