Denpasar (Antara Bali) - Konferensi Clean Power Asia (CPA) yang diikuti sekitar 600 profesional di bidang energi terbarukan dan tenaga fosil yang lebih bersih, termasuk para ahli, dijadwalkan digelar di Nusa Dua, Bali, pada 14-16 Mei 2012.

"Konferensi ini juga menghadirkan para menteri energi berbagai negara, badan-badan pengawas, perusahaan-perusahaan listrik, investor, dan penyedia jasa serta teknologi untuk membahas perkembangan terakhir terkait energi terbarukan dan energi dari bahan bakar fosil di kawasan Asia," kata Direktur Program CPA Daria La Valle dalam keterangan yang diterima di Denpasar, Rabu.

Beberapa narasumber yang dihadirkan dalam konferensi tersebut, di antaranya Datuk Loo Took Gee yang menjabat Sekjen Kementerian Energi, Teknologi Ramah Lingkungan, dan Air Malaysia, Dr Songpope Polachan (Dirjen Departemen Bahan Bakar Mineral Kementerian Energi Thailand), Hatsady Sysoulath (Dirjen Lembaga Promosi Energi Terbarukan Kementerian Energi dan Pertambangan Laos).

Kemudian Dr Direk Lavansiri (Ketua Komisi Pengaturan Energi Thailand), Dr Kardaya Warnika (Dirjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI), Nur Pamudji (Presdir PT PLN), dan Shinta W Kamdani (Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri/Kadin).

Selain itu Datuk Mohd Nazri Shahruddin (Wakil Presdir Pembangkit Tenaga Listrik Tenaga Nasional Berhard Malaysia), Yokihiro Hirabayashi (Wakil Direktur Departemen Pengembangan Bisnis Internasional J-Power Jepang), Dr Nattakit Parkpoom (Ahli Perencanaan Sistem Energi Divisi Pembangkit Tenaga Listrik EGAT Thailand), Heru Dewanto (Komisaris PT Cirebon Electric Power), dan Anupam Datta (GM Calcutta Electric Supply Corporation India). (M038/T007)

Pewarta:

Editor : Nyoman Budhiana


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2012