Kodim 1609/Buleleng merayakan HUT ke-75 TNI dengan berbagai kegiatan, salah satunya dengan mengadakan donor darah untuk terapi plasma konvalesen.

Dandim 1609/Buleleng Letkol Inf Muhammad Windra Lisrianto di Singaraja, Senin, mengatakan peringatan HUT ke-75 TNI tahun ini diselenggarakan secara sederhana, mengingat bangsa Indonesia masih menghadapi pandemi COVID-19.

"Namun demikian, TNI bertekad untuk memberikan sumbangsih yang terbaik pada bangsa dan negara, salah satunya ikut membantu permasalahan COVID-19 dengan menyelenggarakan donor darah untuk terapi plasma konvalesen," kata Dandim Windra.

Sejak terjadi pandemi COVID-19, pihaknya telah berupaya untuk membantu masyarakat antara lain melalui pembagian paket sembako dan bedah rumah. Secara khusus, pada peringatan HUT TNI ini dilakukan donor darah plasma konvalesen yang mendapat apresiasi langsung oleh PMI Provinsi Bali.

"Ke depannya bersama Polres Buleleng dan Pemkab Buleleng juga akan dilaksanakan kembali donor darah plasma konvalesen tersebut. Mengingat, satu kantong darah ini mampu menyelamatkan sejumlah pasien COVID-19 yang bergejala berat," kata Dandim.

Baca juga: Pangdam Udayana harap HUT ke-75 TNI tingkatkan sinergi TNI-Polri

Donor darah plasma konvalesen ini telah diikuti puluhan penyintas COVID-19 di Buleleng. Mereka melakukan donor plasma konvalesen, yang mana darah yang diambil dilakukan screening untuk diambil plasmanya yang akan didonorkan kepada pasien terkonfirmasi COVID-19 dengan gejala berat dan kritis.

Wakil Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra mengatakan Pemkab Buleleng sangat mengapresiasi atas apa yang sudah dilakukan Kodim 1609/Buleleng yang telah melakukan kerja sama dengan semua pihak untuk membantu pembangunan di Buleleng, salah satunya dengan menyelenggarakan donor darah itu.

"Yang melakukan ini adalah penyintas COVID-19. Penyintas COVID-19 ini adalah orang yang pernah dinyatakan positif COVID-19 dan sudah dinyatakan sembuh setelah mendapatkan hasil swab negatif," ujar Wabup Sutjidra yang juga selaku Ketua PMI Kabupaten Buleleng itu.

Ia menjelaskan hasil dari screening, maka plasma tersebut diharapkan segera bisa didapatkan. Proses screening ini dilakukan untuk mengukur titer antibodi dari penyintas COVID-19.

"Kalau titer antibodinya tinggi, itu sudah memenuhi syarat. Proses memisahkan sel darah dengan plasma ini dilakukan di Denpasar. Karena ini sangat efektif sekali seperti uji coba yang sudah dilakukan di Jakarta. Beberapa pasien dengan gejala berat dan kritis terbantu dengan adanya terapi plasma konvalesen ini," jelasnya.
 

Pewarta: Made Adnyana

Editor : Edy M Yakub


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2020