Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti menyatakan siap meningkatkan pemasaran 300 produk petani di kabupaten yang dipimpinnya lewat teknologi digital, agar produktivitas pertanian, mutu ketahanan pangan, dan alur distribusi pangan semakin lancar dan petani pun sejahtera.

"Tabanan merupakan lumbung pangan dan lumbung beras Bali. Sebagai lumbung pangan dan beras, kami menjadikan pertanian sebagai salah satu produk unggulan kami," katanya dalam keterangan resmi yang diterima di Tabanan, Kamis.

Dalam webinar bertema "Meningkatkan Ketahanan dan Distribusi Pangan melalui Teknologi Digital" melalui aplikasi Zoom Video Conference (9/9), Bupati Eka memaparkan bahwa Tabanan merupakan "lumbung pangan" Bali yang bertekad mewujudkan kedaulatan pangan.

"Kalau pangan tidak dipenuhi,  malapetaka akan terjadi, karena itu kami merancang berbagai program, yang salah satunya adalah Pangan Serasi untuk memadukan sektor hulu tengah dan hilir dalam produksi dan pemasaran produksi pangan," katanya.

Menurut dia, saat pandemi COVID-19 pun, masyarakat Tabanan yang bergerak di bidang pertanian tetap menjalankan aktivitas pertanian. Dari hulu, petani harus memproduksi produk-produk yang memiliki nilai jual tinggi atau yang memiliki pasar.

Baca juga: BI Bali naikkan produktivitas bawang putih lewat pendampingan KTT Manik Pertiwi

Untuk itu, pihaknya bekerja sama dengan BUMDes, Perusda, untuk bisa menciptakan model agribisnis yang terintegrasi. "Pemerintah daerah mendorong BUMDes dan BUMDa memberi pelatihan, penerapan kualitas produk dan penerapan teknologi digital, sehingga produk-produk pertanian kami mempunyai nilai jual," katanya.

Apalagi, Kabupaten Tabanan tidak hanya menghasilkan beras, tapi juga ada buah-buahan, sayur-sayuran, termasuk manggis. "Manggis kami yang sangat dikenal serta sudah diekspor ke luar negeri. Itu andalan yang membanggakan kami," katanya.

Untuk sektor hulu, tengah dan hilir yang selalu berkesinambungan dan berjalan dengan baik. Pemanfaatan teknologi digital dalam era pertanian saat ini merupakan hal yang biasa, seperti untuk pemasaran produk. Produk pertanian di Tabanan sudah banyak yang diperjualbelikan di toko-toko modern dan toko-toko online/daring.

"Tabanan sudah hampir memiliki 300 produk yang dihasilkan oleh petani. Ada Beras, kopi, jamu-jamuan dan lainnya. Utamanya, jamu untuk imunitas ini sangat banyak pasarnya sekarang," ucapnya.

Dalam masa pandemi, Bupati Eka mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyisihkan sedikit penghasilan dalam Dompet Peduli COVID-19 untuk membeli produksi pertanian dari para petani lokal, termasuk para ASN di Tabanan harus peduli petani dan pertanian.

Baca juga: Pakar pertanian Dwijendra dorong hadirnya gudang pangan di Bali
 

Pewarta: Pande Yudha

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2020