Staf Khusus Milenial Presiden yang juga pendiri Ruang Guru Adamas Belva Syah Devara mengatakan kaum milenial harus mengambil peran untuk memerangi disinformasi dan berita bohong atau hoaks terkait virus corona penyebab COVID-19 yang banyak beredar.

"Kalau sumbernya tidak jelas, berhenti saja di Anda. Jangan dibagikan di grup-grup lain," kata Belva saat jumpa pers yang diadakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta, Senin.

Belva mengatakan banyak informasi yang beredar di dunia maya. Anak-anak muda memiliki kewajiban untuk mengecek informasi tersebut benar atau tidak. Menurut dia, milenial mempunyai akses informasi yang lebih mudah dan tidak gagap teknologi (gaptek). 

Bila mendapat informasi yang diketahui tidak benar, jangan disebarkan kembali. Sebaliknya, bila mendapatkan informasi yang benar dan bermanfaat tentang virus corona dan COVID-19, anak-anak muda perlu menyebarluaskannya.

Baca juga: Polri tetapkan 22 tersangka hoaks COVID-19

"Informasi yang benar, tolong jangan berhenti di Anda," ujarnya.

Belva mengatakan anak-anak muda dan milenial memiliki tugas memerangi disinformasi dan hoaks karena mereka adalah kelompok yang paling banyak mengonsumsi informasi.

"Anak muda dan kelompok milenial memiliki fungsi mengedukasi, terutama ke keluarganya, tentang informasi yang benar. Kalau bukan anak muda, siapa yang akan mengingatkan?" tuturnya.

Belva mengatakan pencegahan penularan virus corona penyebab COVID-19 memerlukan peran semua pihak, termasuk anak-anak muda.

Baca juga: MUI: Haram, tebar kepanikan dan hoaks soal COVID-19

Bila hanya berfokus pada mitigasi saja, penanganan COVID-19 akan sangat sulit. Semua orang memiliki peran untuk mencegah penularan COVID-19.

"Yang menyebarkan virus corona adalah kita semua. Harus dimulai dari diri kita sendiri. Kita berperang dengan diri kita sendiri," katanya. 
 

Pewarta: Dewanto Samodro

Editor : Edy M Yakub


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2020