Bangli (Antara Bali) - Hutan lindung di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, salah satu potensi wisata di Bali, semakin rusak oleh maraknya penebangan liar.

"Kami tidak memungkiri kalau perambahan hutan kini semakin marak," kata Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Perhutanan (P3) Bangli Ir I Wayan Sukartana, Msi ketika dikonfirmasi, Selasa.

Ia menjelaskan, selain dirambah untuk berbagai kepentingan, hutan di kawasan itu juga marak dimanfaatkan sebagai tempat pembuangan berbagai jenis sampah oleh masyarakat sekitar.

Permasalahan itu belum mendapatkan atensi dari tokoh ataupun pihak-pihak yang berkompeten dalam penyelamatan hutan, ujarnya seraya berharap adanya perhatian berbagai pihak untuk mengatasi hal tersebut.

Menurut Sukartana, luas hutan di kawasan Kintamani tercatat 9.341 hektare, terdiri hutan produksi terbatas (HPT) hanya tersisa 453 hektare, hutan wisata 2.649 hektare dan hutan lindung 6.239 hektare.

"Jumlah sembilan ribu hektare merupakan batas menimal hutan yang harus ada, tetapi kenyataannya luas hutan di kawasan Kintamani sudah mencapai level sembilan," ujarnya.(T007)

Pewarta:

Editor : Nyoman Budhiana


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2011