Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyambut baik investasi Hyundai Motor Company, yang menjadikan Indonesia sebagai basis produksi di Asia Tenggara setelah selama setahun dibahas.

"Ini sesuai keinginan pemerintah untuk menjadikan Indonesia bukan hanya pasar tetapi juga basis produksi," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.

Hyundai akan membangun pabrik kendaraan bermotor senilai 1,55 miliar dolar AS di Kota Deltamas, Cikarang, Kabupaten Bekasi, yang akan menjadi pusat manufaktur pertama yang berbasis di kawasan ASEAN.

Fasilitas manufaktur itu diharapkan bisa memulai produksi komersial pada paruh kedua 2021, dengan kapasitas tahunan sekitar 150.000 unit. Adapun kapasitas penuh pabrik akan dapat memproduksi sekitar 250.000 kendaraan setiap tahunnya.

Lebih lanjut, Luhut menuturkan pemerintah juga serius mendukung keberhasilan investasi mobil listrik di Indonesia.

Hal itu disampaikannya seiring dengan komitmen Hyundai yang tengah menjajaki produksi kendaraan listrik (electric vehicle/EV) kelas dunia di pabriknya di Indonesia.

Hyundai berkomitmen untuk membantu mengembangkan ekosistem EV Indonesia, berkontribusi pada kualitas hidup masyarakat melalui kepemimpinannya dalam teknologi mobilitas bersih.

Bersama dengan perusahaan afiliasinya, Kia Motors Corporation, Hyundai bertujuan untuk menjadi produsen EV ketiga terbesar di dunia pada 2025.

"Peraturan-peraturan untuk keberhasilan investasi mobil listrik sudah kita lakukan. Bukan hanya untuk Hyundai saja, karena kami ingin adanya diversifikasi produsen mobil di Indonesia. Sehingga tidak hanya satu merek saja yang menguasai pasar," tegas Luhut.

Hyundai Motor saat ini mengoperasikan pabrik di delapan negara termasuk Amerika Serikat, China, dan India.

Penambahan pembangunan pabrik di Indonesia akan memperluas jaringan produksi global Hyundai, mengoptimalkan pasokan untuk dapat menjawab permintaan pelanggan dengan lebih baik di semua benua.

Indonesia, sebagai pasar mobil terbesar di kawasan ASEAN, telah mencatatkan penjualan sebesar 1,15 juta unit dalam penjualan tahunan tahun lalu dan dianggap sebagai pasar yang sangat potensial.

Negara-negara utama ASEAN termasuk Indonesia, Thailand, Malaysia, Vietnam, dan Singapura diperkirakan akan menciptakan pasar otomotif sekitar 4,49 juta unit pada 2026, dari sebelumnya 3,16 juta unit pada 2017.

Pewarta: Ade Irma Junida

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2019