Di sela-sela menghadiri workshop "The 1st ASEAN CPA Conference 2019" dan sertifikasi PRP CPMA (Asean) di Nusa Dua, Bali, 16-17 Oktober 2019, Direktur Keuangan, Manajemen SDM, dan Umum (Dirkeu/MSDM/U) Perum LKBN ANTARA Nina Kurnia Dewi menyempatkan bersilaturahmi ke kantor biro LKBN ANTARA Bali di Denpasar, Bali, Selasa, 15 Oktober 2019.

Dalam dialog bersama sejumlah pewarta dan staf sejak siang hingga malam itu, Bu Nina, yang dalam kunjungan ke Pulau Dewata itu didampingi Redaktur Pelaksana (Redpel) II LKBN ANTARA Sapto HP itu, memaparkan "Horison Baru" dalam manajemen SDM di kantor berita negara itu.

"Horison Baru dalam manajemen SDM adalah kebijakan restrukturisasi secara umum, karena era disrupsi hanya memberi dua pilihan yakni berubah atau mati. Perubahan yang dimaksud adalah perlunya ANTARA melakukan regenerasi dengan generasi milenial, sehingga program 'golden shaken hand' (GSH) atau pensiun dini adalah kebijakan dilematis yang harus dipilih dalam era itu," ucapnya.

Baca juga: Kabag Humas Setdakab Badung kunjungi LKBN ANTARA Bali

Bu Nina yang juga pernah menjalani penugasan sebagai pimpinan wilayah dari salah satu BUMN di NTB itu menyampaikan horison baru yang juga perlu disadari adalah LKBN ANTARA sebagai BUMN sejak tahun 2007 berarti wartawan ANTARA itu memiliki "dua posisi" yakni wartawan dan pegawai BUMN.

"Sebagai pegawai BUMN adalah wajar bila mengalami pergeseran posisi dari daerah yang satu ke daerah yang lain untuk menambah pengalaman ke-Indonesia-an dan juga wawasan baru dalam bidang tugasnya. Itulah pegawai, kalau tidak mau berarti bukan pegawai (organik)," kilahnya.

Oleh karena itu, wartawan ANTARA itu harus profesional dan juga memiliki kesetiaan pada lembaganya, baik sebagai pimpinan, redaktur, pewarta maupun kontributor. "Kalau tetap tidak mau bergeser juga akan berujung pada kegaduhan hubungan industrial di Disnaker. Perlu diketahui, Disnaker juga akan melihat posisi ANTARA sebagai BUMN," ujarnya.

Baca juga: Humas Setdaprov Bali dukung Lomba Esai HUT ke-82 Antara "Piala Gubernur"

Tidak hanya restrukturisasi terkait era disrupsi dan pergeseran antar-daerah, Bu Nina juga mengaku sepakat dengan jajaran Redaksi, diantaranya Redpel II Sapto HP terkait perlunya wartawan sebagai pemasok "core bussiness" ANTARA untuk memiliki kualifikasi kecakapan (kompetensi) yang standar.

Di hadapan sejumlah pewarta dan staf di ANTARA Biro Bali, Redpel Sapto HP yang membidangi biro/daerah, kesra, dan lipsus itu juga menegaskan bahwa jajaran pimpinan redaksi LKBN ANTARA selama ini masih bersifat melakukan "pengawalan" terkait tugas-tugas wartawan dan redaktur untuk mencapai target-target terukur.

"Target kita sekarang sudah terukur, bukan sekadar menjadi kantor berita kelas dunia tapi tidak ada ukurannya. Target terukur yang kita tetapkan adalah wire/Brand-A, Alexa, dan Indonesia/Alexa dalam posisi tertentu," ungkapnya.

Nah, target wire/Brand-A itulah yang saat ini masih belum maksimal, meski media massa kini sudah mengalami pergeseran dari media cetak ke media daring/online. "Padahal, pembinaan terhadap media massa itulah tugas utama kita sebagai kantor berita, karena itu kita akan meningkatkan strategi dari 'pengawalan' ke 'pengawasan' wartawan-redaktur secara ketat," katanya.

Baca juga: Video Tentang ANTARA Biro Bali

Ia mencontohkan "pengawasan" wartawan-redaktur secara ketat itu akan dilakukan terkait kecakapan yang standar. "Redaksi akan merumuskan kualifikasi-nya, tapi nantinya jajaran SDM yang meng-eksekusi, tentu semuanya berbasis data yang terekam. Dengan demikian, ANTARA akan semakin memiliki relevansi dengan media massa dan negara (KBUMN/Kominfo)," tukasnya.


Tiga tugas kantor berita
Dalam laporannya, Kepala Biro LKBN ANTARA Bali Edy M Ya'kub menyampaikan potensi yang dimiliki ANTARA Biro Bali terkait tiga tugas kantor berita yakni tugas utama dalam membina media massa di Pulau Dewata.

Kedua, tugas negara dalam melakukan "branding" daerah (pemerintah, masyarakat, swasta) sesuai PP Nomor 40 Tahun 2007 tentang ANTARA, melalui portal, koran digital (digital placement), dan tugas khusus melalui media sosial ("perang" hoax/buzzer), yang semuanya bersifat lokal.

Ketiga, tugas publik dalam melakukan "branding" kelembagaan (kantor berita) melalui kegiatan-kegiatan edukasi pada publik.

Baca juga: Pemkab Jembrana bekerja sama dengan ANTARA dorong pertumbuhan ekonomi daerah

Dengan melihat potensi dan tugas yang ada, Edy mengusulkan perlunya dukungan SDM dan pelatihan dari ANTARA Pusat untuk Bali. "Kami tidak bicara ideal, tapi kebutuhan minimum," katanya yang langsung menyampaikan usulan secara tertulis.

Setelah bersilaturahmi itu, Bu Nina dan Sapto juga menyempatkan diri untuk meninjau kelengkapan kantor dan rumah jabatan, khususnya terkait program pemberdayaan biro/daerah (Capex 2020) di biro.

Baca juga: ANTARA Bali-STAHN "Mpu Kuturan" Singaraja jalin kerja sama "tri dharma"

Sebelumnya (4-6/9/2019), anggota Komite Pengawas Dewas LKBN ANTARA Farida, juga berkunjung ke ANTARA Biro Bali, yang didampingi Plt Kepala SPI LKBN ANTARA Deddy.

Dalam kunjungan selama tiga hari itu, Bu Ida (Farida) mengakui Biro ANTARA di daerah itu memiliki kontribusi yang besar, terutama dikaitkan dengan kerja sama LKBN ANTARA dengan negara selama ini.

"Karena itu, Pusat memberikan Program Khusus Pemberdayaan Biro, karena Biro memang merupakan 'wajah' ANTARA di seluruh penjuru negeri. Kedepan, ANTARA harus semakin meningkatkan relevansi melalui berita dan bisnis," katanya.




SELAYANG PANDANG "ANTARA BALI"

ERA PERINTIS
0. Herman : 1945
    -- “Kantor” ke-1 ANTARA Bali :  d/h Restoran Betty Jl Sumatera 56, Banjar Titih, Denpasar
    -- Lokasi siar proklamasi (18/8/1945) -- dibaca : Herman/wartawan
    -- Sumber: Video Tentang ANTARA Biro Bali
        "Berita Proklamasi Kemerdekaan RI sampai ke Provinsi Bali karena dibawa oleh seorang
         wartawan ANTARA bernama Herman"
         (Buku "Kiprah Kerobokan dan Peranan Markas 'K' Dalam Sejarah Pergerakan Perintis
         Kemerdekaan dan Revolusi Fisik 1945" oleh I Gusti Ketut Wibisana Aryadharma)

 i. I Wayan TjatranataKoresponden Pertama/resmi  (1972 – 1979)  
     -- koresponden resmi ANTARA yang pertama di Bali (tugas utama sebagai wartawan
        RRI Denpasar)
     -- pembawa Berita Proklamasi Kemerdekaan RI di Bali bernama Herman (koresponden
        ANTARA/tidak resmi)
     -- "kantor" redaksi di rumahnya di Jl Pulau Bawean 23, Denpasar
     -- namanya diabadikan sebagai "award" untuk pihak terbaik berkontribusi yakni Sertifikat
        Wayan Tjatranata (sejak 2017)

 ii.  Ismail Jacob  Utusan Persiapan Cabang Antara (Oktober-Desember 1979)
      -- pinjam ruang di kantor Deppen Bali, Jl Melati 23, Denpasar (Okt.-Des. 1979)
      -- pinjam Gedung Pos di Jl Kamboja 6,  Denpasar (depan Kantor Pos Kreneng):
         (Okt.-Des. 1979)

 1.  Otang Fharyana Kepala Cabang Pertama (Januari 1980 – 1983)
      -- Kepala Cabang Pertama yang ditunjuk Antara Pusat sejak Januari 1980 (berkantor di
         Gedung Pos Kreneng, Denpasar)
      -- perintis kantor biro-1981 (Jl Mataram 1, Lapangan Lumintang, Kota Denpasar, Bali)
      -- Tanah Hak Guna Pakai dari Pemkab Badung seluas tanah 442 meterpersegi itu
         satu hamparan dengan PWI Cabang Bali
      -- Berita Acara Serah Terima Pemakaian Gedung No. 641/3469/Humas
         (tanpa sertifikat/berita acara di LKBN ANTARA Pusat)
         (gedung direnovasi dengan dana hibah APBD 2008/Provinsi Bali sebesar Rp260 juta
          -- era Kepala Biro Tunggul Susilo/2007 – 2013)
      -- rekrut beberapa wartawan, diantaranya IB. Alit Wiratmaja
      -- kunjungi Kantor Biro LKBN ANTARA Bali untuk tapak tilas dan dialog/refleksi sebagai
         Kepala Cabang Pertama ANTARA Bali (26/9/2022) -- menerima "Sertifikat Tjatranata 2022"


ERA PENGEMBANGAN
 2.  Syahrul B. Hidayat  -  Kepala Cabang (1983 – 1986)
      -- anak Wiwiek Hidayat (Kepala Cabang LKBN ANTARA Surabaya)
      -- melengkapi sarana/prasarana kantor
      -- merekrut 2 wartawan (Ketut Atmadja dan Ketut Sutika)

 3.  IB. Alit Wiratmaja   -  Kepala Cabang   (1986 – 1996)
      -- 17-2-1987 : kantor diresmikan Menteri Penerangan H Harmoko
         (peresmian disaksikan Gubernur Bali Ida Bagus Mantra dan Pemimpin Umum
          LKBN ANTARA Ir Handjojo Nitimiharjo).
      -- perintis rumah dinas - 1988
         (Jl Gatot Subroto VI-F No. 22, sekitar 300 meter ke timur dari kantor biro)
         (tanah Hak Guna Pakai dari Pemkab Badung seluas 300 meterpersegi
         dengan IMB/copy, tapi gedung-nya dibangun LKBN ANTARA Pusat)
      -- rekrut 2 wartawan baru (Eddy Karna Sinoel/Mataram dan
         Dewa Made Suta Sastradinata/resign)
      -- Tahun 1996-1998, Alit Wiratmaja dipromosikan jadi Kabiro ANTARA Canberra

 4.  I Ketut Atmadja    - Kepala Biro       (1996 – 1998)

 5.  IB. Alit Wiratmaja  - Kepala Biro      (1998 – 2000)
      -- sempat dua tahun memimpin ANTARA Biro Australia (1996-1998)

 6.  Chandra Hamdani Noor  - Kepala Biro     (2000 – 2005)
      -- meningkatkan kerja sama dengan kalangan pariwisata

 7.  Drs. Ahmad Wijaya  - Kepala Biro            (2005 – 2007)
      -- fokus menjalin kekeluargaan di LKBN ANTARA Bali


ERA PEMANTAPAN
8. Tunggul Susilo  - Kepala Biro              - (2007 – 2013)
       -- perintis portal biro (7 Februari 2008) : Era Perum/BUMN
       -- era pertama Biro Bali menerima Asmen Pemberitaan, yakni M Irfan Ilmie, lalu Masuki M Astro
       -- renovasi kantor biro dengan dana hibah APBD 2008/Provinsi Bali sebesar Rp260 juta
       -- Berita Acara Serah Terima Pemakaian Gedung No. 641/3469/Humas
          (tanpa sertifikat/berita acara di LKBN ANTARA Pusat)
          (gedung direnovasi dengan dana hibah APBD 2008/Provinsi Bali sebesar Rp260 juta,
           pembangunan gedung ditangani swasta dibawah kendali Pemprov Bali)
       -- membangun merajan atau pura kecil di kantor biro dan rumah dinas
       -- rekrut Ni Luh Rismawati, Dewa Wiguna, dan Nyoman Aditya

9. Made Tinggal Karyawan - Kepala Biro      - (2013 – 2016)
      -- perintis koran biro “Bali Kini” (September 2015)
      -- pendukung utama koran "Bali Kini" : Made Tinggal Karyawan/Kabiro,
         Ketut Atmadja/mantan Kabiro, dan mendiang maestro seni lukis Bali, Nyoman Gunarsa
      -- meninggal dunia dg Plh Kabiro : I Ketut Sutika (September-Desember  2016)
         (6 Oktober 2018 : Redaktur Senior I Ketut Sutika menjalani pensiun
          -- setelah 2 kali perpanjangan)

10. Edy M Ya’kub  - Kepala Biro   -  (2016 - 2023) 
      -- perintis portal konvergensi (teks, foto, video, grafis, iklan digital) : 13-5-2017
      -- perintis koran digital : 23 Maret 2018
         a. 7 Februari 2018       : tutup koran biro “Bali Kini”
         b. 25 September 2022 : rintis koran digital (kortal) edisi khusus pariwisata
      -- perintis peran non-media :
         a. pameran fotografi jurnalistik "Rwa Bhineda" (sejak 13 Desember 2017/tahunan/HUT ANTARA)
         b. pelatihan jurnalistik (SMN 2017-2019 serta coaching clinic+UKW : Maret-Mei 2022)
         c. pencetus "Tjatranata Award" untuk wartawan/karyawan (internal)
             dan mitra media/humas (eksternal) yang berkontribusi
             (penerima award 2017-2022: NL Rhismawati-Dewa Wiguna/2017, Pemkab Badung/2018,
              Bank Indonesia/2019, Harian Bali Post/2020, PLN/2021, Gubernur Bali Wayan Koster+
              Otang Fharyana/2022)
      -- pengembangan non-keredaksian:
         a. 1 Desember 2018 : mengganti papan nama ANTARA dengan versi aksara Bali
             (peraturan daerah dari Gubernur Bali)
         b. 22 Juli 2019         : "placement/diseminasi media"
             (pengembangan kerjasama konten ANTARA-Kominfo)
         c. pengembangan SDM (2018-2022):
             --  6 Oktober 2018  : Redaktur Senior I Ketut Sutika menjalani pensiun 
                                            (setelah 2 kali perpanjangan)
             -- 11-16 Sept. 2019 : barisan jajaran non-redaksi/pensiun dini
                                           (Analia, Made Sudarta, Tapayasa)
             -- 2018-2019          : rekrut Nyoman Hendra (fotografer/pengganti Wira Suryantala) dan
                                           Ayu Khania Pranisitha (koresponden/pengganti Made Surya)
             -- 1 Juli 2020         : staf administrasi Nyoman Aditya jadi Karyawan Organik Non-Redaksi
             -- 9 Mei 2022         : pewarta senior Komang Suparta jadi Redaktur Portal Biro NTB
                                           dan Ayu Khania Pranisitha (resign/S2)
             -- 9 Mei 2022         : pewarta Genta Tenri Mawangi (ANTARA Pusat) menjadi
                                           Pewarta BKO Biro Bali (BKO setahun untuk G20/KTT G20 di Bali)
             -- 15 Juni 2022       : rekrut Ni Putu Putri Muliantari (koresponden/pengganti Komang S)
                                           dan Rolandus Nampu (koresponden/pengganti Ayu Khania P.)
             -- Nov. - Des. 2022 : evaluasi koresponden untuk fokus foto/tulis (N Fikri Yusuf)
        d. pengembangan peran ANTARA = 3 peran/tugas kantor berita
            (HUT Dasawindu/13 Desember 2017)
            1. TUGAS UTAMA    : Kantor Berita/media massa (media cetak/media online/medsos)
            2. TUGAS NEGARA : Jubir Negara/Bangsa (era disrupsi untuk counter hoaks dan
                                             branding daerah melalui revitalisasi portal : pemda/BUMN/kampus)
            3. TUGAS PUBLIK   : Non-Media (publik/milenial : diklat jurnalistik, pameran foto,
                                            Tjatranata Award, i-media, media partner, dan magang/riset)


TIGA TUGAS KANTOR BERITA

1. TUGAS UTAMA (Tugas Kantor Berita)
    -- melayani media cetak/media online/medsos
    -- kompas informasi (rujukan/dikutip)
    -- platform: melalui jejaring distribusi khusus (VSAT/wire/brand-A/sp2mt)

2. TUGAS NEGARA (Tugas Diplomasi Informasi)
    -- diplomasi informasi eksternal
       (perwakilan/biro luar negeri dan jejaring dengan kantor berita asing/OANA/AsiaNet)
    -- diplomasi informasi internal
       (counter hoaks dan branding potensi negara/daerah secara digital)
    -- peran diplomasi historis
       (melawan kantor berita kolonial ANETA/siarkan Proklamasi Kemerdekaan)
    -- platform : pengembangan agenda setting secara multi media
       a. portal konvergensi/online (imbal siar/inforial),
       b. koran digital (ANTARA Bali),
       c. ANTARA Eye (portal untuk foto/video premium),
       d. medsos,
       e. podcast,
       f. media luar ruang (videotron/i-media/TV-C di ruang tunggu)
          (ruang tunggu DPMPTSP Gianyar; RSUD Gianyar; Diskominfo Pemkab Jembrana
           --> mulai 21 Januari 2018)
       g. Big Data (ETP/platform untuk jejaring khusus bisnis-finansial)

3. TUGAS PUBLIK (Tugas Non-Media)
    -- peran-peran literasi/edukasi/historis/sosial
    -- platform (non-platform) :
       a. diklat jurnalistik (Jurnalisme Indonesia),
       b. pameran fotografi jurnalistik (nyata-maya),
       c. magang (riset, media visit, dan peran membersamai publik milenial),
       d. Tjatranata Award/ANTARA Bali (sertifikat pihak paling kontribusi)
       e. media partner (event)


 

Pewarta: ANTARA News Bali

Editor : I Komang Suparta


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2019