Ratusan warga di kawasan Desa Munggu, Mengwi Kabupaten Badung, Bali, mengikuti tradisi "Mekotek" atau yang juga dikenal dengan istilah "Ngerebek", saat perayaan Hari Raya Kuningan.

"Tradisi ini rutin kami lakukan setiap enam bulan sekali bertepatan dengan Hari Kuningan yang dirayakan umat beragama Hindu," ujar Bendesa atau Kepala Desa Adat Munggu, I Made Rai Sujana, di Mengwi, Badung, Sabtu.

Dalam tradisi tersebut, ratusan pemuda setempat berkeliling desa dengan membawa tongkat atau galah panjang yang terbuat dari kayu.

Selain berkeliling, mereka juga menyatukan tongkat galah yang dibawanya dengan membentuk formasi seperti piramida yang kemudian akan berusaha dinaiki oleh pemuda lainnya di setiap persimpangan jalan desa.

Rai Sujana menjelaskan, tradisi tersebut bertujuan untuk menolak bala dan mengusir roh-roh jahat yang akan mengganggu warga Desa Munggu.

"Kami meyakini bahwa roh-roh jahat yang akan mengganggu warga desa berada di persimpangan jalan. Oleh karena itu, tradisi ini kami lakukan di setiap perempatan maupun di pertigaan jalan," katanya.

Baca juga: Jelang Kuningan, Disperindag Denpasar gencarkan pasar murah

Ia menambahkan, "Mekotek" diambil dari kata tek-tek yang merupakan suara yang muncul dari kayu galah milik setiap pemuda yang saling menumpuk satu sama lain sehingga menimbulkan bunyi.

Selain untuk menolak bala, tradisi tersebut juga merupakan salah satu atraksi wisata yang dimiliki desa untuk menarik kedatangan wisatawan dari berbagai negara.

Wisatawan asal Melbourne, Australia, Colline, mengaku dirinya sangat antusias menyaksikan pelaksanaan tradisi Mekotek tersebut.

"Ini pertama kalinya aku menyaksikan Mekotek. Ini tidak ada di tempat lain. Awalnya, pemandu wisataku yang mengajakku kesini. Sangat luar biasa, pemuda yang naik ke atas kayu juga sangat berani," katanya.

Pewarta: Naufal Fikri Yusuf

Editor : Edy M Yakub


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2019