Gianyar (Antara Bali) - Pengklaiman Abiseka atau pelantikan sebagai Raja Majapahit yang dilakukan  oleh I Gusti  Ngurah Arya  Wedakarna membuat panas raja-raja dari puri yang ada di Bali.

Hal tersebut terungkap dalam "paruman" atau musyawarah  raja-raja se-Bali di Puri Agung Peliatan, Ubud, 25 km timur laut Denpasar, Minggu.

Pembahasan yang dihadiri Gubernur Bali I Made Mangku Pastika, Ketua PHDI Bali, I Gusti Ngurah Sudiana, Ida Penglingsir Agung Paikatan Puri-Puri se-Bali, Ida Dalem Semara Putra dan Ida Pedanda Made Gunung itu, secara khusuk membahas persoalan Abiseka, sekaligus peranan puri dalam pelestarian seni dan budaya Bali.  

"Ya kami mendapatkan aspirasi kalau ada anak muda dari daerah ini yang mengaku sebagai Raja Majapahit," kata Gubernur Mangku Pastika.

Ia juga menyayangkan anak muda itu membawa-bawa nama Bali dengan menyebut sebagai Raja Majapahit ketika menghadiri hajatan di dunia internasional.

Ida Pedanda Made Gunung, seorang tokoh spiritual daerah ini mengatakan, Bali itu ibaratnya lukisan yang sudah selesai serta sudah memancarkan keindahan. Jika tiba -tiba datang pelukis baru terus ikut memberikan warna sudah barang tentu akan membuat rusak.

Raja Puri Pemecutan, Cokorda Pemecutan pada saat berlangsungnya diskusi para raja itu mengajak raja-raja se-Bali untuk menolak oknum yang mengaku sebagai Raja Majapahit tersebut.(**)

Pewarta:

Editor : Nyoman Budhiana


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2011