Proses peremajaan atau revitalisasi Pasar Seni Sukawati di Kabupaten Gianyar, Bali, kini mulai dikerjakan dengan tahap pembongkaran yang pembangunannya akan dilaksanakan Kementerian PUPR pada awal Juli mendatang.

"Awal April lalu, pembongkaran dilakukan melalui mekanisme lelang secara daring (online) oleh tim Pemindahtanganan dan Penghapusan Barang Milik Daerah yang difasilitasi Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPNL) Denpasar," kata Kabid Aset, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Gianyar, I Made Arianta, di Gianyar, Senin.

Arianta menjelaskan sebanyak 11 penawar yang mengajukan penawaran lelang untuk pengerjaan pembongkaran ini dan dimenangkan oleh Ibu Pitria asal Kota Pekanbaru Riau dengan nilai Rp321 juta lebih. Proses pembongkaran akan dilaksanakan sampai bersih (rata tanah) selama 40 hari, mulai 15 April sampai dengan 24 Mei 2019.

“Pembongkaran dilaksanakan setelah pemenang lelang menyelesaikan kewajiban administrasi dan membayar lunas nilai penawaran tersebut ke kas daerah dengan difasilitasi KPKNL Denpasar,” kata Arianta saat pembongkaran bangunan Pasar Seni Sukawati secara simbolis oleh Bupati Gianyar, I Made Mahayastra.

Bupati Gianyar, I Made Mahayastra mengatakan proses pembongkaran ini merupakan tahap awal revitalisasi Pasar Seni Sukawati. Untuk pembongkaran biasanya Pemkab menganggarkan serta tidak ada batas waktu pembongkaran.

Namun, dengan sistem lelang selain batas waktu pengerjaan yang terukur, juga ada pendapatan ke kas daerah yang berasal dari nilai penawaran yang diajukan pemenang lelang pembongkaran.

Dikatakan pula, proses revitalisasi Pasar Seni Sukawati ini akan dijadikan percontohan bagi proses revitalisasi pasar-pasar besar di Gianyar yang juga akan mengalami perbaikan.

“Hari ini, hari yang sudah ditunggu-tunggu sejak lama. Kita bisa memulai proses revitalisasi Pasar Seni Sukawati yang merupakan kebanggaan Gianyar dan Bali. Yang merupakan salah satu pasar besar di Gianyar, yang menghidupi ribuan pedagang dan juga perajin-perajin seni yang ada di seluruh Gianyar. Pusatnya ada di sini. Syukur semua berjalan dengan kondusif, pedagangnya senang menerima revitalisasi ini, desa pakramannya senang, apalagi kami sebagai Pemerintah Daerah,” kata Mahayastra.

Bupati menambahkan selain peremajaan atau revitalisasi pasar kecamatan, perbaikan-perbaikan pasar desa juga telah banyak dilakukan. Untuk pasar kecamatan, revitalisasi dimulai dari Pasar Seni Sukawati yakni Blok A dan Blok B.

Selanjutnya, revitalisasi juga akan dilaksanakan pada Pasar Umum Gianyar, Pasar Blahbatuh dan Pasar Payangan. “Untuk Blok C, berlanjut kalau ini sudah selesai. Bapak Gubernur dan saya sendiri dari APBD akan mengalokasikan anggaran. Mungkin akan lebih dari kedua blok ini. Kurang lebih estimasi yang sudah kita hitung sekitar Rp80 miliar sampai Rp90 miliar untuk Blok C, sehingga selesai dan aman untuk pasar ini,” imbuh Mahayastra.

Pada kesempatan itu, Bupati Mahayastra juga menyampaikan permakluman kepada pedagang yang turut menyaksikan proses pembongkaran. Para pedagang diharapkan untuk bersabar, menunggu proses revitalisasi Pasar Seni Sukawati rampung dikerjakan.

Kedepan diharapkan Pasar Seni Sukawati dapat kembali kepada masa kejayaannya serta mampu bersaing dengan pasar oleh-oleh yang saat ini juga merebak, baik dari kenyamanan, Sumber Daya Manusia, profesionalitas maupun kualitas produk-produk kerajinannya.

Perjuangan untuk menjadikan Pasar Seni Sukawati menjadi bagus sesuai harapan, pasti akan banyak pengorbanan-pengorbanan yang dibutuhkan, terutama bagi pedagang. Antara lain, omzet pedagang yang menurun, tempat relokasi yang kurang nyaman, serta gesekan-gesekan lain seperti lahan parkir yang tidak nyaman.

“Kalau itu semua protes. Kalau itu semua komplain, siapapun yang menerima komplainnya pasti tidak akan bisa segera menyelesaikan itu, sehingga, kita butuh kesadaran dan kesabaran semua pihak,” harap Mahayastra.

Pewarta: Adi Lazuardi

Editor : Edy M Yakub


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2019