Wakil Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri Rapat Koordinasi Komisariat Wilayah (Rakor Komwil) IV Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) di Surabaya, Jawa Timur.

Wawali Jaya Negara dalam menghadiri Apeksi yang merupakan kegiatan rutin setiap tahun tersebut didampingi Wakil Ketua PKK Kota Denpasar, Ny. Antari Jaya Negara, Sekda Denpasar Rai Iswara,

Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Denpasar, Ny. Kerti Iswara, Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kemasyarakatan Sekda Kota Denpasar, I Made Toya dan Kepala OPD terkait lainnya.

Jata Negara mengatakan bahwa Apeksi diharapkan mampu menjadi media untuk berkomunikasi antar-kota dalam melaksanakan program pembangunan inklusif di daerahnya masing-masing.

Selain itu masalah-masalah yang dialami pada masing-masing pemerintah kota bisa didiskusikan melalui forum Apeksi, dan harapkan nantinya bisa dijadikan rekomendasi untuk kemudian disampaikan kepada pemerintah pusat.

"Semoga kegiatan ini dapat menciptakan kerja sama yang baik dan dapat mempercepat pelaksanaan otonomi daerah serta yang terpenting adalah mampu mewujudkan implementasi Sustainable Development Goals (SDG’s) yang bertujuan untuk kesejahteraan menuju masyarakat yang bahagia," kata Jaya Negara.

Dalam pelaksanaan Apeksi ini, Pemkot Denpasar juga melibatkan peran serta perbekel (kepala desa) dan lurah dimana mereka melaksanakan pawai Surabaya Vaganza.

Disamping itu, juga mengikuti kegiatan "Ladies Program" (seminar) yang melibatkan keikutsertaan Wakil Ketua PKK Kota Denpasar dan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Denpasar.

Ketua Dewan Pengurus Pusat Apeksi, Jefirstson R. Riwu Kore mengatakan pemerintah daerah adalah unsur paling penting untuk menciptakan tata kelola kota dan tata kelola pemerintahan yang baik. Tentunya, lanjut dia, kebijakan yang dikeluarkan pemerintah daerah harus mengutamakan prinsip-prinsip transparasi, partisipasi, pemberdayaan hukum, dan keadilan serta efektif.

Menghadapi persaingan ke depan, kata Riwu Kore, pemerintah harus mengambil langkah-langkah insiatif yang mengarahkan sumber daya dan upaya untuk meningkatkan daya saing serta kapasitas dan kapabilitas.  

Adapun langkah awal yang diperlukan adalah pemetaan kemampuan daerah, selanjutnya penentuan prioritas, mengingat keterbatasan sumber daya yang dimiliki. "Oleh sebab itu, singkronisasi, harmonisasi, sangat diperlukan," ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam sambutannya menyampaikan bahwa persaingan ke depan bukan hanya antar-kota di Indonesia, melainkan persaingan global yang berarti antar-kota di seluruh dunia.

Nantinya, lanjut dia, dunia akan menyambut era globalisasi keterbukaan publik pada 2025. Untuk itu, ia berpesan kepada para peserta, agar mengambil langkah-langkah insiatif untuk meningkatkan potensi wilayah agar bisa bersaing dengan dunia global.

"Saya ingin menyampaikan di forum yang berbahagia ini, kita akan jadi orang yang rugi kalau hari ini sama seperti hari kemarin, kalau hari esok sama seperti hari ini," kata wali kota perempuan pertama di Surabaya itu. (*)

Pewarta: I Komang Suparta

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2019