Bangli (Antara Bali) - Anggota DPRD Kabupaten Bangli menyoroti proyek "bedah rumah" yang diprogramkan Gubernur Bali Made Mangku Pastika di Desa Peninjauan, Kecamatan Tembuku, yang dinilai asal-asalan.

"Proyek itu asal-asalan. Buktinya, sebanyak 27 unit bangunan hasil 'bedah rumah' di Desa Peninjoan, kini dikeluhkan oleh warga karena kualitasnya yang buruk," kata I Ketut Swastika, anggota DPRD Bangli, di Bangli, Selasa.

Wakil rakyat minilai hasil kerja proyek menjadi tidak baik sehubungan telah menggunakan kayu yang tak berkualitas hingga rawan jebol.

Ia mengatakan, bagian kap rumah beratapkan asbes itu menggunakan kayu seseh atau kelapa muda, yang jika di desa hanya cocok untuk kayu bakar, tidak layak dipergunakan sebagai bahan bangunan.

Begitu juga dengan rangka besi yang dipergunakan, diketahui hanya berukuran lima mm. "Besi untuk ukuran ini biasanya hanya dipergunakan sebagai gelang perhiasan, bukan untuk ngecor," ujarnya, geram.

Dikatakan, jika mengacu pada standar PU, besi untuk keperluan rangka cor beton bangunan rumah harus berukuran minimal 12 mm.

Rendahnya kualitas proyek akan dapat mengancam keselamatan jiwa warga yang menempatinya.

Swastika menilai proyek itu telah menjadikan orang miskin hanya sebagai objek. Apalagi, rencana anggaran biaya (RAB) proyek tidak dipampang di lokasi.

"Saya tidak tahu siapa kontraktor yang menangani proyek itu? Masalahnya, di lokasi tidak ada papan nama," ujarnya menandaskan.(*)

Pewarta:

Editor : Nyoman Budhiana


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2011