Denpasar (Antara Bali) - Pengamat seni Prof Dr I Wayan Dibia mengatakan, dalam pelaksanaan Pesta Kesenian Bali (PKB) tahun 2012 penting adanya tim khusus yang mengatur penggunaan panggung pementasan di Taman Budaya Denpasar.
"Teknis penggunaan panggungnya harus jelas, jangan seperti pengalaman PKB sebelumnya. Tim atau panitia terkesan 'diseret' dari satu panggung ke tempat pementasan yang lainnya," kata I Wayan Dibia di Denpasar, Minggu.
Jika benar ingin menjadikan PKB sebagai festival budaya berkelas internasional, kata dia, kejadian serupa tidak boleh terulang lagi. "Seharusnya ada tim atau panitia yang khusus bertanggung jawab pada setiap panggung," ucapnya.
Tim ini, lanjut guru besar di Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar itu, sedari awal seharusnya sudah mempunyai jadwal penggunaan panggung dan peralatan apa saja yang dibutuhkan pada setiap pementasan yang menjadi tanggung jawabnya.
"Mereka juga bertanggung jawab mengatur penonton, agar dalam pementasan jangan sampai ada yang seenaknya lalu-lalang pada tempat keluar penari hingga di panggung," ujarnya.(**)
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2011
"Teknis penggunaan panggungnya harus jelas, jangan seperti pengalaman PKB sebelumnya. Tim atau panitia terkesan 'diseret' dari satu panggung ke tempat pementasan yang lainnya," kata I Wayan Dibia di Denpasar, Minggu.
Jika benar ingin menjadikan PKB sebagai festival budaya berkelas internasional, kata dia, kejadian serupa tidak boleh terulang lagi. "Seharusnya ada tim atau panitia yang khusus bertanggung jawab pada setiap panggung," ucapnya.
Tim ini, lanjut guru besar di Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar itu, sedari awal seharusnya sudah mempunyai jadwal penggunaan panggung dan peralatan apa saja yang dibutuhkan pada setiap pementasan yang menjadi tanggung jawabnya.
"Mereka juga bertanggung jawab mengatur penonton, agar dalam pementasan jangan sampai ada yang seenaknya lalu-lalang pada tempat keluar penari hingga di panggung," ujarnya.(**)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2011