Solo (Antaranews Bali) - Kelompok musik Slank menjajal Perusahaan Rekaman Lokananta Surakarta untuk merekam 10 lagu di album ke-23.

"Lima hari kami rekaman di Lokananta untuk 10 lagu di album ini," kata drummer Slank Bimbim di saat pamitan dengan Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo di Balai Kota Surakarta, Kamis.

Ia mengatakan meskipun secara usia dapur rekaman tersebut sudah cukup tua tetapi memiliki standar internasional. Bahkan, dikatakannya, rekaman tersebut merupakan proses tercepat yang pernah dilakukan oleh Slank.

"Mungkin karena kondisi Kota Solo juga yang mendukung cepat selesainya proses rekaman ini," kata Vokalis Slank Kaka.

Mengenai materi pembuatan album tersebut, dikatakannya, sudah disiapkan sejak tahun 2018. Meski demikian, proses rekaman baru dapat dilakukan pada tahun ini karena harus terpotong oleh jadwal tur.

"Untuk proses latihan kami lakukan pada Januari 2019 dan masuk dapur rekaman pada Februari. Rencananya album akan kami rilis pada tahun ini. Kami juga tertarik untuk rilis album di Lokananta," katanya.

Sementara itu, mengenai tema lagu pada album yang belum berjudul tersebut, dikatakannya, tidak jauh berbeda dari album-album sebelumnya.

"Selain bertema sosial juga ada lagu yang liriknya tentang surga, nanti kami akan `ngetawain` kami sendiri," katanya.

Dalam pertemuan itu, mereka juga mengusulkan Lokananta nantinya bisa dijadikan sebagai museum musik karena memiliki sejarah dan koleksi bersejarah.

"Secara historis, Lokananta ini sangat mendukung dijadikan Museum Musik," katanya.

Baca juga: Bongky Marcel tuntut Slank terkait pelanggaran hak cipta

Baca juga: Ridho "Slank" dan Marcello Tahitoe buka bisnis kuliner citarasa Maluku

Baca juga: Slank kampanye konservasi sungai-hutan di Riau

[AL]

Pewarta: Aries Wasita Widi Astuti

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2019