Singaraja, (Antaranews Bali) - Turis Jerman, Denren Claud (60), yang hilang di perairan Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali, belum ditemukan, meski petugas sudah melakukan pencarian sejak turis itu dilaporkan hilang pada Minggu (30/9) lalu.
    
Kepala Pos SAR Buleleng Made Neksen di Singaraja, Rabu, mengatakan pihaknya bersama tim gabungan dari SatPol Air Polres Buleleng, tim SAR, TNI AL, dan BPBD Buleleng masih melakukan pencarian atas hilangnya Denren Claud hingga Selasa (2/10) sore. "Bahkan, areal pencarian pada hari Selasa (2/10) diperluas hingga 10 mil x 11 mil, namun tanda-tanda keberadaan korban belum terdeteksi," katanya.
    
Ia menjelaskan semua anggota dan perlengkapan sudah dikerahkan dan digunakan mencari keberadaan korban, bahkan tim sudah turun ke perairan sejak pukul 07.15 Wita untuk melakukan pencarian. "Kami menyebar anggota ke beberapa titik lokasi yang diduga sebagai lokasi hilangnya korban. Namun masih belum ada hasil, hingga memasuki pencarian hari ketiga, tapi kami tetap berupaya melakukan pencarian," kata Neksen.
    
Secara terpisah, Kasat Pol Air Polres Buleleng, AKP. Putu Aryana memastikan pencarian akan dilakukan hingga lima hari kedepan, sesuai dengan SOP pencarian. Apalagi, korban dilaporkan melakukan diving dengan empat tabung di kedalaman 100 meter, tentu saja beban tersebut cukup untuk membuat korban tenggelam di dasar laut.
    
"Masih ada sisa waktu pencarian hingga lima hari kedepan. Jadi, sesuai SOP, kami tetap akan melakukan pencarian dengan menyisir seluruh wilayah perairan," ujar AKP. Aryana.
    
Sebelumnya, turis yang merupakan warga negara asing (WNA) asal Jerman, Denren Claud  itu dilaporkan hilang saat melakukan "diving" di Perairan Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali.
    
Informasi hilangnya Denren Claud diterima anggota jaga Polair Teluk Terima, Minggu (30/9) pukul 13.30 Wita. Turis itu dilaporkan melakukan aktivitas "diving" seorang diri sejak pukul 09.00 Wita, di kawasan Pemuteran dengan kedalaman 100 meter, dengan membawa empat tabung, namun setelah itu turis itu tidak muncul ke permukaan. 

Pewarta: Made Adnyana

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2018