Jakarta (Antaranews Bali) - Anggota Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Putu Supadma Rudana mengatakan Bali yang menjadi tempat pertemuan Forum Parlemen Dunia untuk Pembangunan Berkelanjutan (WPFSD) menjadi inspirasi parlemen dunia dalam rangka mengimplementasikan semangat dari konsep energi baru terbarukan.

"Masyarakat Bali memiliki konsep dalam menjalani kehidupannya sehari-hari, salah satunya bagaimana antara manusia dan alam saling berdampingan untuk menerima berkah dari penciptanya, atau yang dikenal sebagai konsep kosmologi Tri Hita Karana yang menjadi falsafah hidup tangguh," kata Putu dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, dari falsafah tersebut memiliki konsep yang dapat melestarikan keaneka ragaman budaya, dan lingkungan di tengah hantaman globalisasi dan homogenisasi.

Dia menjelaskan hakikat ajaran tri hita karana menekankan tiga hubungan manusia dalam kehidupan di dunia, misalnya perayaan hari Nyepi, semangatnya adalah memberikan alam beristirahat. 

"Lalu sistem pengairan sawah tradisional Bali atau Subak yang sifatnya mengenali alam bukan mengeksploitasinya, sehingga ini merupakan energi alam yang perlu disuarakan yang belum banyak diketahui masyarakat dunia," ujarnya.

Putu berharap dalam pertemuan parlemen dunia itu, parlemen Indonesia sebagai tuan rumah dapat mengambil banyak peran strategis dalam menggaungkan pariwisata dan konsep energi yang ramah pada lingkungan

Menurut politisi Partai Demokrat itu, dalam konsep energi terbarukan, Indonesia tidak memposisikan diri sebagai objek atau market melainkan harus pada tahapan sebagai subyek atau produsen.

"Karena itu dengan pertemuan parlemen dunia ini, kita dapat membangun kerjasama-kerjasama dengan parlemen dari negara maju yang sudah memikirkan jauh ke depan untuk menggunakan energi baru tebarukan tersebut," katanya.

Anggota Komisi X DPR RI itu mengingatkan bahwa Presiden ke 6-RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pernah menjadi presiden organisasi Global Green Growth Institute (GGGI) yang bergerak di bidang pembangunan berkelanjutan dalam energi baru dan terbarukan yang selalu berfokus kepada energi hijau, "green tourism", dan "eco tourism".

Hal itu menurut dia bisa memberikan peran kepada parlemen Indonesia untuk menjadi pemimpin dalam membangun konsep pembangunan bekerlanjutan yang terfokus kepada energi baru dan terbarukan.

"Artinya, kita harus menjadi pemimpin di bidang ini dalam rangka menggerakkan dan membangun semangat konsep energi terbarukan, dengan mulai menghindari enegi-energi yang dapat merusak alam seperti fossil sehingga menyebabkan perubahan iklim," ujarnya.

Putu mengatakan, pertemuan parlemen dunia di Bali itu merupakan salah satu upaya Indonesia menyuarakan kepada dunia, bahwa Bali fokus dalam keparawisataannya sangat aman dikunjungi, sehingga harapan yang terbesar adalah dimana masyarakat bali akan mendapatkan dampak ekonomi secara langsung.

WPFSD yang diselenggarakan pada 12-13 September 2018, diikuti sekitar 45 negara ini membahas topik "Menuju Energi Berkelanjutan untuk Semua".
Hadir Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, pimpinan DPR Fadli Zon, Agus Hermanto, dan Utut Adianto, serta Ketua BKSAP DPR RI (BKSAP) Nurhayati Ali Assegaf. (WDY)

Pewarta: Imam Budilaksono

Editor : I Komang Suparta


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2018