Kuta, Bali (Antaranews Bali) - Ratusan warga negara asing berpartisipasi dalam kampanye peduli lingkungan, Jam Bumi, di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Sabtu.

Ratusan WNA yang berlalu-lalang di terminal internasional Bandara Ngurah Rai, Sabtu, meluangkan waktu untuk menandatangani petisi kampanye Jam Bumi.

Selain itu, mereka akan menukarkan kantong plastik yang dibawa, diganti dengan kantong tas kain sebagai bentuk dukungan pengurangan sampah plastik.

Di antara mereka merupaka WNA dari Swiss, China, Belanda, Kanada, hingga Jerman. PT Angkasa Pura I (Persero) selaku pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menyiapkan sebanyak ratusan tas kain sebagai upaya kampanye lingkungan mengurangi sampah plastik.

"Ada lebih dari 300 kantong kain kami siapkan untuk menggantikan kantong plastik yang digunakan oleh pengunjung," kata Co GM Bandara Ngurah Rai, Rahadian Yogisworo.

Kampanye itu, menurutnya, untuk lebih peduli terhadap lingkungan, di mana sudah banyak limbah plastik yang susah terurai berserakan di Pulau Bali.

Dengan gerakan kampanye itu, diharapkan masyarakat nasional ataupun internasional dapat sadar diri untuk turut mengurangi sampah plastik.

Pada Jam Bumi 2018 ini pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, akan memadamkan listrik di beberapa titik bandara itu selama satu jam untuk mendukung kampanye penghematan energi global ini. 

"Kami ingin berkontribusi mengurangi pemanasan global, perubahan iklim serta mewujudkan lingkungan hidup yang lebih baik," kata Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT Angkasa Pura I Devy W. A Suradji.

Menurut dia, pemadaman listrik selama satu jam dilakukan pada mulai pukul 20.30-21.30 WITA Sabtu (24/3), di beberapa titik, di antaranya di papan nama bandara, perkantoran, serta beberapa tempat usaha yang ada di bandara.

Instalasi-instalasi vital yang langsung terkait dengan operasionalisasi, keamanan dan keselamatan penerbangan, tetap difungsikan sebagaimana seharusnya. Di antara mereka adalah radar dan menara pengatur lalu-lintas penerbangan, lampu-lampu rambu jalur di landas pacu-landas lintas dan landas parkir, dan sebagainya. 

Dia menambahkan meski akan dilakukan pemadaman, tidak akan mengganggu aktivitas operasional dan pelayanan di bandara itu karena dilakukan secara simbolis di beberapa titik tertentu.

Sebagai bentuk sosialisasi, pengelola bandara menayangkan video Jam Bumi di area publik di bandara-bandara yang dikelola Angkasa Pura I mulai 20-24 Maret 2018.

Pemadaman listrik yang dikampanyekan secara global oleh World Wildlife Fund selama satu jam tiap 24 Maret  itu dilakukan serentak di 13 bandara yang dikelola Angkasa Pura I.

Selain Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, bandara di bawah PT Angkasa Pura I yang melakukan hal serupa, adalah di Kupang, Makassar, Lombok, Banjarmasin, Manado, Balikpapan, Yogyakarta, Ambon, Semarang, Surabaya, Solo, dan Biak. (WDY)

Pewarta: Afut Syafril

Editor : Nyoman Budhiana


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2018