Denpasar (Antaranews Bali) - Calon Gubernur Bali dari Koalisi Rakyat Bali (KRB) Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra ikut mengomentari soal pro dan kontra jaringan internet yang dimatikan saat Nyepi di Pulau Dewata.

"Memang teknologi internet saat ini boleh dikatakan kebutuhan penting dalam kehidupan. Dan jaringan internet yang dihentikan saat Nyepi memang terjadi pro dan kontra bagi masyarakat. Hal ini sangat tergantung dari interpretasi dan bagaimana mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari," kata Rai Mantra di Denpasar, Jumat.

Ia mengatakan dalam Nyepi itu ada "Catur Brata Penyepian" yakni "amati geni (tidak menyalakan api/lampu), amati karya (tidak beraktivitas/bekerja), amati lelungan (tidak bepergian) dan amati lelanguan (tidak mendengarkan hiburan/bersenang-senang diri sendiri)".

"Kalau saya memahaminya bahwa Nyepi itu kegiatan untuk mengisi jiwa dengan sembahyang, meditasi, membaca buku Bhagawad Gita, dan berbagai kegiatan lainnya yang bermanfaat untuk mengisi jiwa," ucapnya.

Menurutnya, urusan rohani spiritual itu berbeda dengan urusan jasmani. Pengalaman itu berbeda dengan setiap orang yang melaksanakannya. Menggunakan atau tidak menggunakan internet itu kehendak dalam diri sendiri.

Namun yang pasti adalah dalam keheningan orang bisa menemukan dirinya sendiri. Menemukan diri sendiri pada saat yang sama menjadi sumber kreatifitas, dan dari kreativitas itu orang bisa membangun kesejahteraan bersama. Kreatifitas itu ada dalam diri sendiri dan secara berkualitas hanya bisa ditemukan dalam keheningan.

Rai Mantra mengatakan kreativitas tersebut kemudian dibawa ke dalam interaksi sosial untuk kebaikan bersama. Kreativitas itu ditemukan dalam "Catur Brata Penyepian". Namun pertanyaan apakah dengan berinternet orang bisa menemukan kreativitas yang bersumber dari "Catur Brata Penyepian" atau tidak sangat tergantung dari kualitas masing-masing individu.

Ia mengatakan penggunaan atau tidak menggunakan internet tidak perlu diperdebatkan karena kualitas individu seseorang sangat teruji disini. "Kalau diperdebatkan memang sulit untuk menemukan jalan keluar karena setiap orang memiliki penafsiran masing-masing," ujarnya.

Rai Mantra mengaku yang pasti dirinya akan mengisi Nyepi dengan berdoa, meditasi, menyepi, membaca buku Bhagawad Gita dan sejenisnya. "Saya dan keluarga mengisi Nyepi di rumah saja. Perayaan Hari Nyepi harus sangat bermakna dalam kehidupan," kata Rai Mantra.

Baca juga: Nyepi, Telkomsel siap matikan internet

Peserta Pilkada Bali 2018 adalah pasangan nomor urut 1, I Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (KBS-Ace). Pasangan itu diusung oleh empat parpol peraih kursi di DPRD Provinsi Bali, yakni PDIP, Hanura, PAN, dan PKPI. Pasangan tersebut juga didukung PKB dan PPP.

Sedangkan pasangan nomor urut 2, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra-I Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta) diusung oleh empat partai peraih kursi di DPRD Provinsi Bali, yakni Golkar, Gerindra, Demokrat, dan Nasdem. Mereka juga didukung oleh PKS, PBB, dan Perindo. (ed)

Pewarta: I Komang Suparta

Editor : Edy M Yakub


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2018