Gianyar (Antara Bali) - Wisatawan mancanegara dari belasan negara terlihat antusias menyaksikan pelaksanaan Tradisi Ngerebeg di Desa Tegalalang, Ubud, Gianyar, Bali, Rabu.

Dalam tradisi tersebut, ratusan warga berkeliling wilayah desa dengan rias wajah yang warna-warni menyerupai makhluk menyeramkan. Tak hanya orang dewasa, sejumlah anak terlihat juga mengikuti tradisi yang rutin dilaksanakan setiap enam bulan sekali tersebut.

Peserta tradisi Ngerebeg juga membawa berbagai hiasan seperti pelepah janur dan penjor. Selain itu, sejumlah pemuda juga memainkan musik tradisional Bali, gamelan Baleganjur, yang menambah meriah suasana tradisi Ngerebeg.

Tak hanya menyaksikan tradisi tersebut, sejumlah wisatawan mancanegara juga tampak berfoto bersama dengan warga yang mengikuti tradisi Ngerebeg.

Mathew, wisatawan asal Australia sengaja datang dari hotelnya di wilayah Sanur untuk menyaksikan tradisi tersebut.

"Pemandu wisataku merekomendasikan kalau hari ini ada kegiatan ini, ternyata sangat menarik. Berbeda dengan tari-tarian yang pernah saya lihat sebelumnya," ujarnya.

Berbeda dengan Mathew, Alena, wisatawan asal Inggris mengaku awalnya tidak sengaja menyaksikan tradisi Ngerebeg setelah dirinya mengunjungi objek wisata "rice terrace" yang terletak tak jauh dari lokasi Ngerebeg.

"Saya tidak tahu mengapa banyak orang berwarna-warni saat di perjalanan, kemudian saya berhenti dan melihat kegiatan ini dari dekat. Ternyata ini tradisi sangat unik, saya belum pernah melihat ini sebelumnya," ujar Elena.

Terkait dengan aktivitas vulkanik Gunung Agung saat ini, Alena mengaku tidak khawatir dan tetap merasa nyaman berwisata di Bali.

"Aku memutuskan ke Ubud karena menurutku disini jauh dan aman dari Gunung Agung," katanya.

Tradisi Ngerebeg yang dilakukan secara turun menurun oleh warga tersebut bertujuan memohon keselamatan seluruh umat.

Selain itu, Ngerebeg juga dilakukan warga guna menetralkan segala pengaruh dan energi negatif yang ada di lingkungan sekitar.  (WDY)

Pewarta: Fikri Yusuf

Editor : I Gusti Bagus Widyantara


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2017