Klungkung (Antara Bali) - Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Klungkung, Bali, masih menalangi biaya pengobatan para warga pengungsi Gunung Agung, Kabupaten Karangasem, yang berobat di rumah sakit setempat mencapai Rp1,8 miliar.

"Kami mencatat untuk biaya perawatan yang kami talangi ini mencapai Rp1,8 miliar, terhitung sejak 21 September hingga 3 Desember 2017," kata Kasubag Humas RSUD Klungkung, Gusti Putu Widiyasa, saat dihubungi di Klungkung, Senin.

Ia mengatakan proses pembayaran biaya para pengungsi ini akan ditanggung pemerintah pusat dalam waktu dekat. Dengan adanya tunggakan pengobatan ini belum sampai mengganggu operasional rumah sakit, karena dana operasional yang dimiliki rumah sakit setempat masih mencukupi hingga Tahun 2018.

"Tunggakan ini hanya bersifat sementara dan pelayanan kesehatan tetap lancar dan tidak ada permasalahan," ujarnya.

Ia menegaskan, untuk penanggung biaya tersebut telah dikomunikasikan dengan Dinas Kesehatan Provinsi dan berlanjut ke pusat. Pemerintah pusat menggantikan biaya tunggakan ini untuk pasien yang tidak memiliki JKN-KIS.

"Setelah disampaikan, itu ditindaklanjut dan sudah disetujui pusat. Namun, untuk kapan dana talangan ini diterima rumah sakit kami belum dapat kepastian," ujarnya.

Pihaknya mengklaim, apabila ada kedatangan pengungsi sudah siap menerima warga yang berobat ke rumah sakit, dengan menyiapkan tempat tidur tambahan dan seluruh pasien dipastikan mendapatkan pelayanan yang sama.

Ia mengatakan, berdasarkan data sejak 21 September hingga 3 Desember 2017, tercacat sebanyak 2.004 pengungsi yang berkunjung ke RSUD Klungkung, dengan rincian dirawat di ruang Instalasi Gawat Darurat sebanyak 1.095 orang, rawat jalan (909 orang) dan rawat inap (397 orang). (WDY)

Pewarta: I Made Surya

Editor : Edy M Yakub


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2017