Denpasar (Antara Bali) - Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, beroperasi kembali mulai pukul 15.00 WITA setelah ditutup sejak Senin (27/11), karena abu Gunung Agung di Kabupaten Karangasem menjauhi kawasan udara bandara.

"Abu gunung mengarah ke Lombok mengikuti arah angin," kata Kepala Otoritas Bandara Wilayah IV Herson di Denpasar, Rabu.

Menurut dia, data tersebut didapatkan dari laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta lembaga terkait lain seperti Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) di Darwin, Australia.

Selain itu diperkuat dengan penurunan level penerbangan dari indikator "merah" menjadi "orange" pada Volcano Observatory Notice for Aviation (VONA) dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Herson mengatakan keputusan untuk membuka kembali operasional penerbangan itu diputuskan dalam rapat evaluasi yang dihadiri PT Angkasa Pura I Bandara I Gusti Ngurah Rai, Lanud Ngurah Rai, BMKG, Polsek Bandara, Airnav dan Basarnas.

Pihak terkait, kata dia, akan terus memantau perkembangan terkini terkait operasional bandara termasuk informasi erupsi Gunung Agung.

Sebelumnya Bandara Ngurah Rai ditutup sejak pukul 07.00 WITA pada Senin (27/11) dan diperpanjang hingga rencana pada Kamis (30/11) pukul 07.00 Wita.

Sejumlah jadwal penerbangan yang sebelumnya batal terbang, kini akan kembali dijadwal ulang untuk menerbangi rute domestik dan internasional. (WDY)

Video oleh Pande Yudha


Pewarta: Dewa Wiguna

Editor : I Nyoman Aditya T I


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2017