Amlapura (Antara Bali) - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan mengelar Gebyar Gerakan Keamanan Pangan Desa dan Gerakan Masyarakat Sadar Pangan Aman di Kabupaten Karangasem, Bali.

Gebyar sebagai upaya menciptakan kesadaran masyarakat pentingnya keamanan pangan, sadar pangan aman, aman dari bahan berbahaya.

"Semua bahan pangan diharapkan aman dari bahaya kimia, mikrobiologi dan fisika sehingga mampu mewujudkan tingkat kesejahteraan masyarakat," kata Plt Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan, I wayan Eka Ratnata pada acara tersebut, Senin.

Kegiatan yang dilaksanakan di Wantilan Puseh Tabole, kecamatan Sidemen mengusung tema "Ayo Peduli Obat dan Pangan Aman" dibuka Bupati I Gusti Ayu Mas Sumatri dan dihadiri Wakil Bupati I Wayan Artha Dipa.

Masalah keamanan pangan perlu mendapat perhatian secara serius karena bisa menimbulkan masalah kesehatan masyarakat dan berdampak pada meningkatnya biaya penelusuran, biaya pengobatan, rehabilitas, kehilangan pendapatan dan produktivitas.

"Permasalahan keamanan pangan atau potensi resiko dapat terjadi pada setiap mata rantai pangan, sehingga mampu meningkatkan ketahanan dan kesehatan pangan," ujar I wayan Eka Ratnata.

Oleh sebab itu pangan yang aman dan bermutu hendaknya dapat dijaga dan dipelihara secara terus menerus sehingga masyarakat aman dan sejahteraan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumarti mengatakan, pangan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi karena menyangkut aspek hak asasi manusia. Selain itu juga merupakan komponen dasar untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas serta sebagai pilar utama pembangunan nasional yang berperan dalam menjaga stabilitas ekonomi sosial dan politik.

Program gerakan keamanan pangan desa bertujuan meningkatkan kemandirian masyarakat desa pada bidang keamanan pangan sehingga dapat melakukan pengelolaan keamanan pangan secara mandiri, sekaligus menjamin pemenuhan kebutuhan pangan yang aman berdasarkan kesadaran pada setiap orang untuk mewujudkan sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan di pedesaan.

Program GKPD yang dilaksanakan di tiga desa yaitu Desa Sidemen, Desa Kertha Buana dan Desa Lokasari, sebagai proyek percontohan yang diharapkan ke depan bertambah di desa-desa sekitarnya, termasuk menyangkut produksi segar maupun olahan pangan.

Bupati Mas Sumantri memberikan apresiasi kepada Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan dan jajarannya di Bali yang telah memilih Kabupaten Karangasem sebagai tempat pelaksanaan kegiatan Gerakan Keamanan Pangan Desa (GKPD).

Upaya tersebut diharapkan mampu merubah prilaku dan pola pikir dari masyarakat tentang betapa pentingnya kemandirian pangan, pemahaman terhadap ketahan pangan pangan serta memahami keamanan pangan dari segi hieginitas sehingga pada akhirnya dapat menumbuhkan masyarakat dan bangsa yang sehat, ujar Bupati Mas Sumatri. (WDY)

Pewarta: I Ketut Sutika

Editor : I Gusti Bagus Widyantara


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2017