Singaraja (Antara Bali) - Jumlah kunjungan wisatawan, khususnya turis asing ke Buleleng, Bali bagian utara, tahun ini dipastikan mengalami peningkatan cukup berarti dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Buleleng Putu Tastra Wijaya saat ditemui ANTARA di Singaraja, Jumat, mengatakan bahwa jumlah kunjungan wisatawan asing ke daerahnya pada 2010 tercatat 545.132 orang.

"Tahun ini kuat dugaan akan mengalami peningkatakan pesat, mengingat hingga Mei lalu jumlah kunjungan sudah mencapai 156.500 orang," ucapnya.

Dikatakan, Buleleng memiliki panorama yang indah yang tidak dijumpai di daerah lain, di samping juga mempunyai pantai yang cukup panjang hampir 150 kilometer dari timur hingga barat. Selain itu juga memiliki panorama gunung.

Objek daerah tujuan wisata yang dimiliki Buleleng, seperti kawasan Lovina, sudah dikenal di mancanegara. Tidak kalah menariknya, adalah sejumlah air terjun yang ada di Bulekeng, yang salah satunya Air Terjun Gitgit, ucap Tastra.

"Potensi yang dimiliki itulah yang menyebabkan kami semakin optimistis bahwa Buleleng ke depan akan semakin dikagumi," katanya.

Mantan "guide" itu menyebutkan, arus kunjungan wisata akan terus mengalami peningkatan di masa mendatang.

"Sampai dengan bulan Mei ini saja, arus kunjungan ke daerah Buleleng sudah mencapai 156.500 orang," ujarnya menekankan.

Objek wisata yang banyak dikunjungi tahun ini, antara lain sumber air panas Banjar, Pantai Lovina, Air Terjun Giggit, Air Sanih, Pura Beji, Pura Pulaki, Vihara Banjar, dan Taman Nasional Bali Barat.

Menurut Kadis Tastra Wijaya, jika Pemkab Buleleng berhasil mewujudkan pembangunan bandara internasional di Bali Utara, maka wisatawan mancanegara akan semakin berduyun-duyun datang ke daerah yang pernah menjadi ibu kota Sunda Kecil yang wilayahnya meliputi Bali, NTB dan NTT.

"Saat turis nanti membanjiri Bali Utara itulah, masyarakat Buleleng baru akan menemukan keseimbangan ekonomi antara Bali Utara dengan Bali Selatan," ujar Kadis Tastra menandaskan.

Terobosan untuk melakukan lobi ke pusat guna mendapat cipratan dana, kata Tastra, boleh dibilang berhasil. Terbukti, dalam tahun ini Kementerian Pariwisata mengucurkan bantuan untuk pariwisata Buleleng sebesar Rp2,9 miliar.

Dana yang diperoleh dari pusat itu, katanya, akan dipergunakan untuk menata kawasan pariwisata yang ada, termasuk pertamanan, areal parkir, kios suvenir, kebersihan dan lampu penerangan kawasan.(*)

Pewarta:

Editor : Nyoman Budhiana


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2011