Denpasar (Antara Bali) - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Bali optimistis dapat menekan inflasi menjelang Hari Raya Galungan karena ketersediaan pangan dan kebutuhan pokok di Pulau Dewata itu aman.

"Produksi komoditas daging ayam, dan telur ayam ras yang cukup sering mengalami fluktuasi harga juga mulai menunjukkan perbaikan setelah inflasi Januari 2017," kata Wakil Ketua TPID Bali Causa Iman Karana di Denpasar, Jumat.

Stok beras di Bulog Bali yang mencapai 17 ribu ton juga diprediksi dapat memenuhi kebutuhan hingga beberapa bulan mendatang dan beras juga akan mengalami puncak panen pada April-Mei 2017 sebab telah menunjukkan peningkatan realisasi tanam.

Selain itu perkembangan komoditas holtikultura seperti cabai, bawang, wortel, buncis, dan tomat mulai menunjukkan perbaikan seiring perbaikan kondisi cuaca menuju musim kering.

Namun untuk komoditas perikanan Causa mengakui memang kekurangan pasokan akibat gelombang tinggi dalam jangka pendek, yang diantisipasi dengan melakukan impor.

Meski demikian inflasi masih perlu diwaspadai salah satunya pemantauan harga komoditas terus dilakukan secara terintegrasi, melalui Sistem Informasi Harga Pangan Utama dan Komoditas Strategis (SiGapura) sebagai langkah antisipasi.

"Dalam jangka pendek operasi pasar dan pasar murah sebagai antisipasi gejolak harga, pada waktu-waktu rawan kenaikan harga di bulan tertentu seperti Nyepi, Galungan, Idul Fitri, Natal, dan tahun baru akan dioptimalisasi," ucapnya.

Sementara itu Deputi Direktur Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Azka Subhan mengatakan pihaknya tetap mewaspadi komoditas holtikultura dan daging babi, komoditas yang banyak dibutuhkan saat Galungan.

Ia memperkirakan inflasi Maret 2017 sebesar 0,52 atau 4,97 persen tahunan.

Namun seiring turunnya beberapa harga komoditas seperti bumbu-bumbu dan ikan laut diperkirakan inflasi Maret bisa di bawah perkiraan.

Sedangkan untuk harga daging babi selama tiga minggu terakhir relatif stabil, tetapi jelang Galungan dan Kuningan diperkirakan harga akan sedikit naik.

Hingga saat ini harga daging babi di pasaran masih berkisar Rp50 ribu sampai Rp55 ribu per kilogram.

Sehingga selama tiga minggu terakhir, harga daging babi diperkirakan relatif stabil, walaupun tidak dipungkiri akan terjadi kenaikan jelang hari raya Galungan-Kuningan.(WDY)

Pewarta: Pewarta: Dewa Wiguna

Editor : I Gusti Bagus Widyantara


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2017