Denpasar (Antara Bali) - Aktivis dari Yayasan Pita Merah Muda Bali menyatakan wanita usia muda perlu mewaspadai kanker payudara dengan melakukan pemeriksaan mandiri karena pola hidup yang serba cepat saat ini rentan memicu penyakit tersebut.

"Saat ini sudah banyak yang berusia 20-21 tahun kena kanker payudara. Saya imbau jangan malas periksa payudara secara mandiri," kata Aktivis Yayasan Pita Merah Muda Bali Gloria Roerycha Antonia usai menghadiri "talk show" terkait kanker payudara di Denpasar, Minggu.

Menurut dia, pola hidup instan, makanan dan asap rokok serta gangguan hormon hingga stres merupakan beberapa pemicu timbulnya penyakit tersebut.

Gloria menambahkan hanya dalam waktu kurang dari lima menit wanita bisa mengecek kondisi payudara seperti saat bercermin, wanita dapat melihat apabila ada perubahan dalam ukuran atau bentuk, cekungan pada kulit, perubahan penampilan puting dan pengeluaran dari puting dengan cara menekan lembut.

Langkah lainnya yakni saat berbaring, posisikan bantal di bawah bahu kiri dengan tangan kiri di bawah kepala.

Kemudian, lanjut Gloria, gunakan tiga jari tengah tangan kanan, memegang jari datar untuk memeriksa payudara kiri kemudian tekan tegas menggunakan gerakan melingkar kecil untuk merasakan benjolan.

Mulai dari tepi luar payudara, masuk ke dalam lingkaran, periksa seluruh ketiak dan di belakang puting serta ulangi langkah tersebut untuk memeriksa payudara kanan.

Memeriksa bisa juga dilakukan saat tengah mandi yakni dengan posisi badan berdiri, mengangkat tangan di atas kepala kemudian lakukan langkah seperti saat berbaring.

Waktu yang tepat untuk memeriksa payudara yakni tujuh hingga 10 hari setelah periode menstruasi.

Jika ditemukan benjolan, maka ia meminta untuk segera diperiksa ke dokter atau rumah sakit untuk penaganan lebih lanjut.

Data yang dikumpulkan yayasan yang dikenal dengan nama "Bali Pink Ribbon" itu mencatat penderita kanker payudara di Pulau Dewata tahun 2014 mencapai sekitar 270 orang, sebagian di antaranya juga berusia produktif yakni rata-rata 40 tahun.

Untuk mempercepat penanganan ia mengimbau agar para wanita untuk memeriksa payudara setiap bulan yang dilakukan mandiri.

"Jika ketemu sedini mungkin dan masih stadium awal maka semakin banyak kesempatan sembuh. Tetapi sayangnya di Indonesia sebagian sudah terlambat, sudah memasuki stadium lanjut sehingga butuh penanganan lebih berat," imbuhnya.(DWA)

Pewarta: Pewarta: Dewa Wiguna

Editor : Dewa Sudiarta Wiguna


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2017