Mentan Apresiasi Simanteri Di Bali

Pewarta :

Mentan Apresiasi Simanteri Di Bali

Denpasar (Antara Bali) - Menteri Pertanian Suswono memberikan apresiasi terhadap pengembangan  sistem pertanian terintegrasi (Simantri) yang dirintis Pemerintah Provinsi Bali dalam memadukan kegiatan sektor pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan dan kehutanan dalam satu kawasan.

"Perhatian besar Mentan itu dengan mengutus Kepala Badan Pengembangan dan Penelitian Kementerian Pertanian Dr Ir Haryono MS dengan mengajak tujuh pimpinan lembaga penelitian pertanian untuk melihat dari dekat Simantri," kata Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Bali I Ketut Teneng di Denpasar, Jumat.

Ia mengatakan, kunjungan utusan Menteri Pertanian untuk melihat simantri itu diharapkan mampu mendorong dan menambah jumlah simantri di Pulau Dewata, termasuk kemungkinan adanya kucuran dana dari pemerintah pusat.

 Gubernur Bali Made Mangku Pastika merintis pembangunan Simantri sejak tahun 2009 hingga kini sudah tercatat 150 unit yang terdiri atas 50 unit dibangun tahun 2009 dan 100 unit tahun 2010.

Pemerintah Provinsi Bali kembali membangun 100 unit Simanteri dalam tahun 2011, dengan sasaran nantinya bisa membangun sedikitnya 350 unit.

Masing-masing Simanteri awal pengembangannya itu mendapat bantuan berupa 20 ekor bibit sapi, bibit ayam, bibit pertanian, perkebunan, ikan dan bibit tanaman kehutanan.

Ketut Teneng menambahkan, pengembangan simateri yang telah menjangkau delapan kabupaten dan satu kota di Bali diharapkan mampu mendorong anak-anak muda untuk kembali menekuni sektor pertanian.

Pertanian terintegrasi yang dirintis itu selama ini telah terbukti mampu meningkatkan pendapatan masyarakat, bahkan tidak kalah dengan penghasilan masyarakat yang bekerja di sektor pariwisata.

"Gubernur Pastika menginginkan pemerintah kabupaten/kota juga mengalokasikan dana lewat APBD untuk menambah jumlah simanteri yang ada di wilayahnya masing-masing," tutur Ketut Teneng.

Dari pengembangan simanteri selain meningkatkan pendapatan dari berbagai usaha yang digeluti, juga dapat mendukung kelestarian lingkungan dan kebersihan Pulau Dewata.

Hal itu berkat sejumlah simanteri kini mulai memproduksi limbah pertanian menjadi pupuk organik, sekaligus memanfaatkannya untuk menyuburkan tanah.

Menurut  Ketut Teneng, di Bali tercatat 34 kelompok tani, termasuk diantaranya terhimpun dalam wadah Simanteri  mengembangkan dan memanfaatkan pupuk organik dalam usaha pertanian.

Dengan demikian kelompok tani tersebut mampu memproduksi dan memanfaatkan pupuk ramah lingkungan dalam proses produksi berbagai jenis komoditi pertanian.

Kelompok tani itu menghimpun ratusan petani dengan lahan garapan seluas 517,4 hektare, bahkan sebagian besar diantaranya sudah memperoleh sertifikat organik, berkat seluruh proses produksi pertanian yang mereka lakukan telah menerapkan pola ramah lingkungan. (*)
Editor: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA News Bali